Motornya Kembali usai Dibegal, Begini Reaksi 4 Warga

PASURUAN – Senyum bahagia terpancar dari wajah Munip, 40. Warga Watulumbung, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan itu tak menyangka motor matik milik Ulfa Wiranata, 24, anaknya dapat kembali setelah dibegal, Senin (12/11) lalu.

Munip mengambil motor Honda Vario bernopol W 3538 JQ di halaman Mapolres Pasuruan Kota, Kamis (15/11). Ia pun sempat memeriksa bagian motor yang menurutnya masih utuh. Ia lalu menyalakan motor kesayangan anaknya itu, seolah tak sabar untuk lekas membawanya pulang.

“Saya berterima kasih pada Pak Kapolres dan jajarannya yang sudah membantu menemukan sepeda motor anak saya. Sekali lagi terima kasih,” ungkap Munip.

Selain Munip, tiga pemilik motor lainnya juga hadir. Diantaranya yakni Ahmad Uskar, warga Nguling pemilik motor Honda Beat Pop; M Imron, warga Grati pemilik motor Yamaha Vixion; serta Dedik Wardoyo, warga Lumbang, Probolinggo pemilik motor Honda Supra.

Keempat motor hasil kejahatan itu diserahkan oleh Kapolres Pasuruan Kota, AKPB Agus Sudaryatno kepada masing-masing pemiliknya. Kapolres menerangkan, motor-motor yang diserahkan kembali kepada pemiliknya itu telah lolos tahapan administrasi.

“Sudah kita cek ke Samsat surat-suratnya, kita panggil korban dan cocok. Kemudian kita panggil mereka hari ini untuk penyerahan motornya yang telah dibegal ataupun dicuri,” terang Agus.

Sedangkan, satu unit motor Honda Beat bernopol N 5585 SU saat ini tetap diamankan. Polisi masih menelusuri siapa pemilik motor warna putih tersebut. Demikian pula dengan dua unit motor lainnya yang hanya tinggal kerangka saja.

Menurut Agus, tujuh motor yang ditemukan itu diduga kuat merupakan hasil kejahatan di berbagai TKP. Dua motor diantaranya, yakni motor Honda Beat milik Ulfa dan kerangka motor Honda Vario merupakan hasil begal yang terjadi di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

“Beberapa laporan ada di kita. Yakni di Grati dan Kraton. Selebihnya wilayah Polres lain. Ada yang di wilayah Polres Pasuruan dan Polres Probolinggo. Kami akan koordinasikan,” jelas Agus.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso menguraikan pihaknya juga masih menyelidiki para pelaku terkait temuan barang bukti motor tersebut. Sejauh ini, sudah ada dua terduga pelaku yang masih dalam kejaran.

DITIMBUN: Motor hasil kejahatan yang disembunyikan dan ditimpun pelaku di sebuah hutan di Plososari, grati. (Foto dok Jawa Pos Radar Bromo)6

“Namun diduga kuat ini merupakan komplotan. Kemungkinan lebih dari dua pelaku. Karena lokasi penimbunan motornya ada di satu lokasi, tapi modus kejahatannya berbeda. Ada yang curas, ada yang curat,” pungkas Slamet.

Diberitakan sebelumnya, Tim Resmob Satreskrim Polres Pasuruan Kota menggelar operasi besar-besaran untuk menyelidiki kasus begal di Grati, Senin (12/11). Hasilnya, sebanyak lima motor dan dua kerangka motor ditemukan di tengah hutan jati di Sumbersuko, Desa Plososari, Kecamatan Grati. Motor-motor itu ditemukan tergeletak di tengah hutan dengan tumpukan dedaunan kering.

Operasi besar-besaran yang dilakukan Polres Pasuruan Kota juga dilandasi adanya insiden begal pada Senin lalu. Di hari yang sama sekitar pukul 04.30, Ulfa Wiranata, 24, warga Watulumbung, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, menjadi sasaran begal. (tom/fun)