Tahun Depan Retribusi Dua Tempat Wisata Hanya Dinaikkan Segini Oleh Pemkab

BANGIL – Pemkab berencana untuk menaikkan perolehan PAD dari sektor retribusi. Hanya saja, kenaikan yang didapatkan, tak terlampau signifikan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agung Maryono mengungkapkan, target retribusi tahun ini diancang-ancang bisa mencapai Rp 700 juta. Perolehan PAD tersebut didapatkan dari beberapa icon wisata yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Selain Banyubiru dan Ranu Grati, perolehan PAD dari retribusi wisata itu, juga ditargetkan bisa didapatkan dari kawasan wisata Bromo-Tengger. “Sejauh ini, target tersebut sudah terealisasi 96 persen,” kata Agung saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Pasuruan (13/11).

Menurut Agung, target tersebut akan ditingkatkan tahun 2019. Setidaknya, kenaikan yang direalisasikan bisa naik Rp 100 juta. Sehingga, tahun depan, perolehan PAD dari sektor retribusi wisata mencapai Rp 800 juta.

Kenaikan itu memang tidak terlampau signifikan. Pasalnya, potensi wisata yang bisa mendulang PAD untuk Kabupaten Pasuruan, baru tiga sektor tersebut.

“Jadi selain Banyubiru dan Ranu Grati, ada kawasan wisata Bromo-Tengger. Kawasan Bromo-Tengger ini baru-baru ini bisa mendulang PAD bagi Pemkab, setelah pengenaan retribusi untuk menuju kawasan setempat,” sampainya.

Minimnya kenaikan target PAD dari sektor wisata itupun, menjadi perhatian legislatif. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Nik Sugiarti berharap, agar sektor wisata bisa menyumbang PAD lebih tinggi. Karena itu, perlu inovasi dari instansi terkait, untuk mendorong perolehan di sektor wisata.

“Kalau kami, sebenarnya ingin agar pendapatan dari retribusi wisata bisa naik,” pungkasnya. (one/fun)