Sidang Perdana BPJS Kesehatan Probolinggo, Penggugat Tak Hadir

MAYANGAN – Dugaan melanggar hukum yang dituduhkan pada BPJS Kesehatan Cabang Probolinggo dan RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo, mulai disidangkan Selasa (13/11) di Pengadilan Negeri (PN) Probolinggo. Sayangnya, Hanifah selaku penggugat tidak datang.

Karena penggugat tidak hadir, sidang perdana yang dipimpin Hakim Ketua Hadi Sunoto dan anggota Anton Saiful Rizal dan Lucy Ariesty, itu berlangsung singkat. Kemarin, sidang dimulai pukul 12.30 dan hanya dihadiri tergugat.

Yaitu, tergugat I, RSUD Moh Saleh dan tergugat II, BPJS Kesehatan Cabang Probolinggo. Juga hadir Kejari Probolinggo sebagai kuasa hukum kedua tergugat.

Kajari Probolinggo diwakili Kasi Intel Herman Hidayat didampingi Kasi Datun Elan Jaelani mengatakan, sidang berlangsung 30 menit. Dalam sidang perdana itu, hanya dilakukan pemeriksaan surat kuasa. Mengingat, penggugat tidak hadir. Selanjutnya, sidang ditunda dua pekan lagi yakni tanggal 27 November.

“Sidang tadi agendanya pemeriksaan para pihak dan penyerahan kuasa. Namun, penggugat tidak hadir, sidang ditunda tanggal 27 November 2018 untuk memanggil kembali penggugat,” terangnya.

Dokter Taufiqurohman, wadir Yanmed dari tergugat I yang hadir dalam sidang tersebut menyebut, gugatan itu sebetulnya tidak benar. Sebab, pasien datang ke poli dalam keadaan sehat. Pasien tidak bisa dilayani karena masa tenggang rujukan habis. Sehingga, harus mengurus lagi di faskes tingkat pertama. Pasien lantas berjanji akan kembali Senin.

“Menurut saya, gugatan ini tidak benar. Pasien datang ke poli dalam keadaan sehat. Jika kondisinya kritis, harusnya di IGD. Dan, jika tidak ditangani, maka itu berbeda lagi kasusnya. Nah, pasien ini ke poli,” terang dr Taufik.

Terpisah, Sholeh selaku penasihat hukum (PH) dari Hanifah selaku penggugat kaget mengetahui ada sidang. Pasalnya, sampai kemarin ia tidak menerima surat panggilan sama sekali.

Kok aneh ya. Kami sama sekali belum menerima surat panggilan,” singkat Sholeh saat dikonfirmasi.

Namun, Anton Saiful Rizal selaku humas PN Probolinggo menyebut sebaliknya. Surat panggilan atau relaas sudah diajukan pada 31 Oktober. Relaas tersebut diberikan pada Pengadilan Kraksaan untuk ditujukan kepada penggugat. Sebab, penggugat domisilinya di Tongas, yang masuk wilayah Pengadilan Kraksaan.

“Kami sudah layangkan surat bantuan relaas ke Pengadilan Kraksaan. Namun, hingga saat ini jawaban relaas memang belum masuk. Biasanya setelah kami ajukan, maka akan ada jawaban. Seperti yang kami layangkan ke tergugat I dan II. Karena lokasi di kota, maka kami sendiri yang kirimkan dan sudah ada jawaban relaasnya,” terang Anton.

Dalam sidang ini, BPJS Kesehatan Cabang Probolinggo dan RSUD dr Muhammad Saleh Kota Probolinggo, digugat Hanifah, istri pasien Sudarman, 58. Hanifah menggugat, karena suaminya diduga meninggal akibat ditolak berobat di Poli Jantung RSUD.

Perempuan yang tinggal di Jl. Raya Lumbang, Dusun Krajan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kebupaten Probolinggo tersebut menggugat kedua pihak dengan gugatan sebesar Rp 1 triliun dan Rp 26 juta. Tuduhannya, melakukan perbuatan melanggar hukum. (rpd/hn)