Kampung Mebel RW VI Kademangan yang Serap Tenaga Kerja

DIKEMBANGKAN: Salah satu perajin mebel di Kampung Mebel di RW VI, Kelurahan/Kecamatan Kademangan. Kampung Mebel ini akan terus dikembangkan. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Kampung mebel di RW VI, Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, baru terbentuk beberapa bulan lalu. Namun, kampung ini berhasil masuk nominasi Lomba Kampung Tematik, Kademangan Award 2018.

————-

Kampung mebel di RW VI, Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, memang baru terbentuk beberapa bulan lalu. Namun, usaha ini sudah berumur sepuluh tahun.

Saat ini ada enam perajin mebel di kampung itu. Memang belum banyak jumlahnya. Namun, enam perajin mebel itu mampu mempekerjakan warga sekitar. Bahkan, cukup banyak warga yang bekerja di sana.

“Enam mebel ini merintis usaha sendiri-sendiri, tahunnya juga berbeda-beda. Namun, rata-rata sekitar tahun 1998. Jadi sudah berusia 10 tahunan,” terang Hlifa, pendamping Kampung Mebel.

Saat ini, menurutnya, pihaknya terus mengembangkan Kampung Mebel itu. Targetnya, makin banyak warga Kota Probolinggo yang mengenal keberadaan Kampung Mebel. Harapannya, makin dikenal, maka kampung ini akan jadi jujukan warga untuk belanja kebutuhan mebeler.

Mebel yang dijual warga sendiri, harganya variatif. Tergantung jenis mebel yang dipesan. Seperti harga kursi, antara Rp 800 ribu hingga Rp 3 juta. Tergantung jenis kayu, model, serta tingkat kesulitannya.

Lamanya pemesanan juga beragam. Tergantung jenis dan tingkat kesulitan juga. Ada yang selesai kurang dari 10 hari. Namun, jika model yang diinginkan masuk kategori sulit, bisa jadi lebih dari sebulan.

Saat ini menurutnya, kampung mebel berhasil masuk nominasi Lomba Kampung Tematik. Prestasi itu diharapkannya dapat membuat kampung mebel makin terkenal.

Kemenangan itu juga membuat kampung mebel dapat hadiah uang pembinaan Rp 10 juta. Uang itu menurutnya, akan digunakan untuk membuat gapura, sesuai kesepakatan bersama.

“Gapura ini jadi penanda. Dengan adanya gapura itu, masyarakat lebih mengenal lagi kampung mebel,” harapnya (rpd/hn)