Enam Bulan Berlalu, Aksi Begal di Klinter Belum Terungkap

KEJAYAN – Sudah enam bulan berlalu, aksi begal di Desa Klinter, Kecamatan Kejayan terjadi. Sampai saat ini Polsek Kejayan masih belum berhasil mengungkap pelakunya.

Korps Bhayangkara ini menyebut minimnya saksi membuat kepolisian kesulitan mengungkapnya.

Kapolsek Kejayan, AKP Sumaryanto mengungkapkan pihaknya masih terus menyelidiki kasus perampasan ini. Pihaknya pun sudah meminta keterangan dari empat orang saksi. Yakni korban, Tata Urita, 21 dan ketiga temannya yaitu Muhammad Effendi, 21 Inggar Wahyudi, 22 dan Dini, 20.

Namun tidak banyak keterangan yang berhasil diperoleh dari keterangan mereka. Diketahui, korban dan temannya, melaju dari arah timur untuk pulang. Saat itulah, mereka bertemu dengan dua pelaku yang datang dari arah barat dengan berboncengan.

Saat berpapasan dengan mereka, pelaku kembali memutar balik dan langsung mengejar korban. Setelah berhasil menghadang korban dari depan, mereka lantas mencabut stop kontak motor. Bahkan, pelaku sempat menendang dan mengancam teman korban dengan pedang.

“Kondisi jalan yang sepi membuat aksi ini minim pelaku. Korban sendiri tidak berani teriak minta tolong karena diancam oleh pelaku dengan menggunakan pedang. Kami mohon doanya agar aksi pembegalan ini cepat terungkap,”jelasnya.

Seperti diketahui, aksi begal kembali terjadi di Pasuruan minggu petang lalu (7/5). Agenda perjalanan pulang Tata Urita, 21 ke Sidoarjo usai berwisata di Bromo bersama temannya berujung petaka. Ia harus kehilangan motor Honda Beat hitam miliknya akibat dirampas oleh pelaku. (riz/fun)