PT SKI Dimintai Keterangan, Jelaskan Potongan Gaji Karyawan

PENUHI PANGGILAN: Penyidik Polres Probolinggo Kota saat memeriksa salah satu karyawan PT SKI, beberapa waktu lalu. Sabtu (10/11), manajemen PT SKI memenuhi panggilan polisi. (Polres Probolinggo Kota for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN – Manajemen PT Sumber Taman Keramika Industri (SKI), Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polres Probolinggo Kota. Sabtu (10/11), ada empat orang dari PT SKI yang memenuhi panggilan penyidik untuk diklarifikasi.

Empat orang ini hadir di Mapolres Probolinggo Kota sekitar pukul 08.30 WIB dengan didampingi dua orang pengacara. Penasihat Hukum PT SKI Mahmud mengatakan, empat orang dari pihak perusahaan itu terdiri dari HRD, pengawas, dan Staf. “Nama-namanya ini saya yang tidak hafal. Yang jelas ada empat orang, saya dan rekan saya hanya mendampingi,” ujarnya.

Menurutnya, dalam klarifikasi itu ada sekitar 20 pertanyaan yang diajukan penyidik kepada klienya. Secara garis besar, pertanyaan yang diajukan mengenai denda kedisiplinan dan uang ganti rugi yang dipungut dari para karyawan. Termasuk, potongan gaji kondite masuk kemana dan penyebab kondite. “Kami jelaskan masalah uang kondite kedisiplinan dan ganti rugi. Bahkan, sudah ada hitam di atas putih. Yang jelas potongan itu tidak sampai lebih dari 50 persen gaji karyawan,” ujarnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Probolinggo AKP Nanang Fendy Dwi Susanto mengatakan, materi pemeriksaan kepada perwakilan PT SKI terkait materi laporan karyawan. Laporan itu meliputi kondite dan aliran uang kondite di PT SKI.

“Sifatnya klarifikasi untuk kepentingan penyelidikan. Ada empat orang dari manajemen PT SKI yang diperiksa. Penyelidikan akan terus berlanjut sebelum dilakukan gelar perkara. Nantinya apakah akan ada saksi lain yang diperiksa atau tidak, masih menunggu tidak lanjutnya,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, lima karyawan dan tiga mantan karyawan PT SKI melaporkan perusahaan atas tuduhan penggelapan dana kondite. Sebab, dana bergulir itu tidak jelas larinya ke mana. Termasul, benar untuk kesehateraan karyawan atau tidak. Sebab, uang hasil kondite masuk ke koperasi. Sedangkan, yang bisa menikmati koperasi hanya karyawan tetap.

Sedangkan, uang kondite banyak diambil dari karyawan kontrakan. Karenanya, lima karyawan dan tiga mantan karyawan yang merasa diperas keringatnya itu wadul kepada DPRD. Serta, melaporkan masalah ini Polres Probolinggo Kota. (rpd/rud)