Kampung Sarwega, Tampung Puluhan Pengusaha Kecil-Menengah

RAMAI: Kampung Sarwega banyak dikunjungi warga untuk berbelanja kebutuhan pokok. Pasar ini diramaikan oleh sekitar 70 pengusaha kecil dan menengah. (Kampung Sarwega for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

RW III, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, dihuni oleh banyak pengusaha kecil dan menengah. Karenanya, di kampung ini dibentuk Pasar RW III yang kemudian disingkat Kampung Sarwega.

——————————————

Cita-Cita menampung seluruh pengusaha kecil dan menengah di RW III, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan kademangan, mulai ada titik terang. Berawal dari kegiatan Lomba Kampung Tematik Kademangan Bangkit Award 2018, kampung Sarwega ini masuk 12 nominasi dalam acara bekerja sama antara Pemerintah Kecamatan Kademangan dengan Jawa Pos Radar Bromo ini.

Sekretaris Kelompok Kampung Sarwega Dodik Santoso mengungkapkan, Kampung Sarwega bertujuan memberikan fasilitas kepada seluruh warga yang memiliki usaha kecil dan menengah. Sebab, di RW-nya ada sekitar 70 pengusaha kecil dan menengah dengan berbagai macan jenis usaha. Karenanya, pihaknya membentuk Kampung Sarwega.

Menurutnya, kata Sarwega berasal dari singkatan Pasar RW III. Pasar yang telah digagas ini menaungi seluruh pengusaha di RW III. “Usahanya beraneka ragam. Ada yang berjualan nasi bungkus, ikan, sayuran, jajanan, dan lain sebagainya,” ujar pria 28 tahun itu.

Sejauh ini, Sarwega masih digelar dalam dua pekan sekali, tepatnya pada Sabtu sore. Namun, Dodik mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan dibuka sekali dalam seminggu, bahkan bisa setiap hari. “Saat ini hanya sekali dalam dua minggu. Namun, ke depan bisa sekali dalam seminggu. Jika pemintanya terus antusias sepeti percobaan sebelumnya, maka akan dibuka setiap hari,” ujarnya.

Masalah dana yang didapatkan, Dodik mengatakan, dari hasil evaluasi, termasuk masukan Juri Lomba Kampung Tematik, uang Rp 10 juta yang dipotong pajak itu akan diperntukan memperbaiki sejumlah fasilitas. “Saat pertama saja ada sekitar 70 pengusaha. Itupun ada bebebrapa yang belum masuk. Sehingga, kedepan dana sekitar Rp 8,5 juta itu akan kami pakai untuk fasilitas pasar,” ujarnya.

Pihaknya berharap adanya Kampung Sarwega makin membuat perekonomian warga meningkat. Atau, minimal warga yang membutuhkan bahan-bahan baku, seperti sayuran dan makanan ringan, tidak bingung mencarinya, cukup datang ke Kampung Sarwega. (rpd/rud)