Rekening 113 Desa di Kabupaten Probolinggo Diblokir, Ini Penyebabnya

KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo telah mencairkan dana desa (DD) tahap III atau tahap terakhir. Pencairan dilakukan untuk 325 desa di Kabupaten Probolinggo, tahun ini. Namun, ada ratusan desa yang tidak bisa mencairkan DD. Sebab, rekening desa diblokir.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto menjelaskan, jatah dana desa tahun ini sekitar Rp 322 miliar untuk Kabupaten Probolinggo. Pencairan dilakukan dalam tiga tahap. Pencairan DD tahap I dan II sudah tuntas. Dan, saat ini mulai dilakukan pencairan tahap III.

“Pekan kemaarin sudah dicairkan dana desa ke masing-masing rekening desa. Dana desa tahap III yang dicairkan total berkisar Rp 128 miliar. Karena sesuai aturan, tidak bisa terlalu lama menahan pencairan dana desa,” katanya.

Namun, diakui Heri, tidak semua desa bisa mencairkan dana desa tahap III tersebut. Hingga Kamis (8/11), ada 113 desa yang tidak bisa mencairkan DD tahap III.

Pencairan tidak bisa dilakukan karena rekening desa-desa itu diblokir. Penyebabnya, desa belum tuntas menyerahkan laporan pertanggungjawaban DD tahap sebelumnya. “Sesuai aturan, dana desa bisa dicairkan dengan syarat laporan pertangungjawaban DD tahap sebelumnya sudah tuntas,” terang Heri.

Ada juga desa yang belum bisa mencairkan dana desa karena masih menunggu penetapan Perubahan APBDes. “Jadi, yang bisa mencairkan dana desa ada 212 desa. Desa-desa ini sudah bisa laksanakan kegiatan desa,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Apdesi Kabupaten Probolinggo Nurul Huda mengatakan, pencairan dana desa menjadi hak desa. Namun, kepala desa dan bendahara harus bertanggung jawab lebih dulu untuk menyelesaikan laporan pertanggungjawaban DD tahap sebelumnya. Sehingga, dana desa tahap terakhir ini bisa segera terserap pelaksanaannya.

”Waktunya kan mepet. Paling tidak Desember sudah harus rampung pelaksanaannya. Kami berharap semua desa bisa segera mencairkan dan melaksanakan kegiatannya,” terangnya. (mas/hn)