Awas, Pengendara Berjatuhan di Perlintasan KA Jrebeng Lor

KEDOPOK – Kondisi perlintasan kereta api (KA) 06, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, beberapa hari ini dikeluhkan. Sebab, di bagian bawah rel, ada tumpukan kerikil yang dinilai membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Bahkan, dalam sepekan terakhir, ada lima pengendara yang jatuh di perlintasan tanpa palang pintu di Jalan Sunan Ampel itu. Rata-rata korbannya adalah ibu-ibu yang mengendarai motor.

Seperti diungkapkan Safitri, 27, warga sekitar, Jumat (9/11) pukul 10.00. Menurutnya, tumpukan kerikil itu ada di lokasi sejak sepekan lalu. Dampaknya, selama sepekan itu, ada lima pengendara yang jatuh akibat roda motornya tergelincir.

“Kamis (8/11) saja ada dua ibu-ibu yang jatuh. Mereka jatuh karena tidak bisa melewati kerikil itu. Kerikil itu kan licin. Bahkan, sejak ada kerikil itu, ada lima ibu-ibu bersepeda motor yang jatuh,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Subangkit, 26, warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan. Dia adalah salah satu pengendara motor yang pernah terjebak di tengah perlintasan rel KA. Sebabnya, roda motornya selip akibat kerikil yang ada di perlintasan itu.

Subangkit saat itu menarik kencang gas motornya. Namun, roda motornya semakin masuk ke dalam kerikil. Sementara pengendara di belakangnya terkena dampaknya juga. Kerikil dari roda motornya terlempar hingga mengenai kendaraan di belakangnya.

“Jalan ini bahaya. Kalau mau diperbaiki, jangan setengah-setengah seperti ini. Kondisi seperti ini sudah semingguan, bahaya bagi pengendara, khususnya motor. Roda motor seling selip di sini,” katanya.

Ahmad Muhajir, anggota Dishub Kota Probolinggo yang bertugas jaga di perlintasan 06 mengungkapkan, jalan di sana tanggung jawab Dishub. Namun, perlintasan KA menjadi tanggung jawab PT KAI.

Menurutnya, PT KAI menguruk kerikil di sana lantaran perlintasan ambles. Perlintasan yang ambles dinormalkan dengan cara diangkat dan diurug kerikil. Setelah normal, baru jalan akan diaspal.

Namun kapan itu, dia mengaku tak tahu. “Memang beberapa pengendara ada yang jatuh. Makanya setelah normal atau stabil akan diaspal. Namun, waktunya PT KAI yang tahu,” terangnya.

Terpisah, Humas DAOP IX Jember Lukman Arif membenarkan ada jalan yang ambles. Dan, saat ini menurutnya, jalan yang ambles masih masuk proses penstabilan. Direncanakan pekan depan akan dilakukan normalisasi.

“Itu pekerjaan dilakukan minggu kemaarin. Sekarang proses penstabilan badan rel agar tidak berubah posisinya, karena dilewati kendaraan setiap hari. Minggu depan akan dilakukan normalisasi terhadap jalan yang melintas rel tersebut,” jelasnya. (rpd/hn/mie)