Kenalkan Batik Khas di Pameran UKM, Jadi Ajang Promosi

KANIGARAN–Pameran UKM Batik yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo, tidak lain bertujuan mengenalkan batik khas kota.          Sebanyak 20 UKM batik yang tergabung dalam KIP (Komunitas Batik Probolinggo) mengikuti pameran itu.

Digelar sejak pagi hingga sore, pameran yang berlangsung di depan kantor Wali Kota Probolinggo itu diserbu masyarakat. Acara itu merupakan bagian dari kegiatan Festival Batik Kota Probolinggo 2018 bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo.

Adi Santoso, salah satu pegiat UKM asal Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Kanigaran, mengaku sangat terbantu dengan pameran itu. “Kami ikut pameran ini untuk memasarkan produk kami. Tentunya kami merasa terbantu dengan adanya pameran ini. Sebab, melalui pameran ini kami bisa mempromosikan produk kami,” tutur Adi Santoso.

Menurutnya, produk yang dipamerkan itu bisa dibeli. Sehingga, masyarakat yang datang ke pameran, bisa sekaligus belanja.

Suci Ningsih, kabid Promosi Wisata di Disbudpar mengatakan, pameran itu tujuannya membantu para pegiat UKM untuk mempromosikan produknya. Namun, tidak semua UKM bisa ikut. Yang mengikuti event itu yakni para pegiat UKM batik yang tergabung dalam KIP.

“Memang tidak semuanya ikut dalam event ini. Hanya UKM yang tergabung dalam KIP saja, ” katanya.

Menurutnya, perajin batik atau UKM batik di Kota Probolinggo sebenarnya sangat banyak. Tetapi yang bergabung dalam KIP hanya 20.

Lebih jauh menurutnya, tujuan dari pameran UKM Batik ini yaitu memperkenalkan batik Probolinggo kepada masyarakat luas. Sehingga, batik khas Probolinggo bisa bersaing dengan batik lain di Jawa Timur. Dan pada akhirnya, para perajin batik bisa terangkat perekonomiannya.

“Dengan adanya event ini, akan banyak warga yang kenal, berminat, dan membeli. Dengan begitu kan meningkatkan pendapatan pebatik,” lanjutnya.

Sugeng, sekretaris DKUPP Kota Probolinggo menambahkan, pameran UKM Batik adalah upaya memperkenalkan produk unggulan Kota Probolinggo. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai edukasi terhadap masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri.

“Festival Batik ini sebagai edukasi kepada masyarakat agar mencintai produk Indonesia atau dalam negeri. DKUPP selama ini juga mempromosikan Batik Khas Kota Probolinggo pada acara pameran lokal maupun di tingkat provinsi,” katanya. (sid/hn)