Job Fair Sediakan 4 Ribu Lebih Lowongan, Karyawan Toko hingga Pegawai Bank pun Ikut

REJOSO – Kabupaten Pasuruan terus berusaha menurunkan angka pengangguran di wilayahnya. Salah satunya dengan menggelar job fair atau bursa kerja, Rabu (7/11) di Balai Latihan Kerja (BLK) Rejoso.

SAMPAI HARI INI: Pelamar membawa amplop lowongan dan bersiap mencari peruntungan. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Akhmad Khasani, Plt kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan menjelaskan, pengangguran masih jadi masalah di Kabupaten Pasuruan. Bahkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kabupaten lebih tinggi dari Provinsi Jawa Timur.

Di Kabupaten Pasuruan menurutnya, sejak 2015 angka TPT terus menurun. Pada 2015 jumlah pengangguran mencapai 52.271 orang dengan angka TPT 6,41. Di tahun 2017, pengangguran jumlahnya 40.759 orang dengan angka TPT sebesar 4,97.

Job fair menurut Akhmad Khasani, menjadi salah satu cara untuk mengurangi pengangguran di Kabupaten Pasuruan. Pada job fair di BLK, ada 4.786 lowongan dari 41 perusahaan. Yang berbeda, tahun ini ada 3 perusahaan yang membuka lowongan khusus untuk disabilitas.

“Pencaker sendiri sudah mendaftar sejak hari sebelumnya lewat online. Kami sendiri tidak batasi berapapun, asalkan sesuai kualifikasi,” jelasnya.

Para Pencaker yang datang pun bukan hanya dari Pasuruan. Fikri Anshori, 24, misalnya, berasal dari Jombang. Fikri mengaku mengetahui info job fair di Pasuruan dari info Loker Jatim.

“Cari pekerjaan yang lebih bagus di perusahaan,” terang pemuda yang sudah bekerja di perbankan itu.

Pencaker lainnya yaitu Agus Junaidi, 22, pemuda lulusan SMA asal Kraton. Karyawan toko itu, ikut job fair karena ingin mencari pekerjaan yang lebih baik dan gaji yang lebih tinggi.

“Targetnya bisa masuk di bagian produksi di pabrik PIER. Selain dekat rumah, gajinya bisa lebih tinggi daripada di toko,” pungkasnya. (eka/fun)