Selain Wanita Berhijab, Razia PSK Satpol PP Juga Temukan Kakak-Beradik

PASURUAN – Tujuh perempuan diamankan Satpol PP Kabupaten Pasuruan dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di wilayah Karanganyar, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Selasa (6/11). Mereka diamankan karena diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Dari tujuh perempuan itu, dua di antaranya merupakan adik-kakak. Masing-masing berinisial SK, 22 dan SU, 33. Keduanya merupakan warga Kecamatan Grati. Mereka diciduk saat tengah asyik berkaraoke di kawasan esek-esek itu.

Bukan hanya kakak beradik, Satpol PP juga mengamankan perempuan berhijab yang diduga PSK. Dia langsung menggunakan hijab begitu tertangkap aparat penegak peraturan daerah (perda). “Di sana (lokasi penangkapan) nggak berhijab. Waktu keciduk langsung berhijab,” ujar salah seorang anggota Satpol PP Kabupaten Pasuruan yang ikut melakukan penggerebekan.

Kasi Opdal Satpol PP Kabupaten Pasuruan Ajar Dollar mengatakan, razia PSK ini dilakukan untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3/2017 tentang Penanggulangan Pelacuran. Kegiatan ini juga bertujuan memerangi kemaksiatan. “Kami punya program berantas maksiat. Makanya, kegiatan ini kami lakukan di samping juga sebagai langkah penegakan Perda,” ujar Ajar Dollar.

Belasan personel dikerahkan dalam operasi ini. Mereka menggunakan strategi berbeda dari biasanya. Mereka memilih cara brigade motor, sehingga lebih cepat dalam penggerebekan.

Razia berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 12.00 hingga sekitar pukul 14.00. Hasilnya, tujuh perempuan yang diduga sebagai PSK diamankan. Dari razia itu ada yang berstatus sebagai kakak-adik.

“Mereka kami duga kuat sebagai PSK karena berada di wilayah setempat,” ujar Ajar. Rencananya, ketujuh terduga PSK ini tidak hanya akan didata. Kesehatan mereka juga akan dites dan akan dikirim ke pengadilan negeri untuk disidang tindak pidana ringan (tipiring).

Kepada Jawa Pos Radar Bromo, SK mengaku, hanya menemani berkaraoke. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan uang dari lelaki yang ditemaninya.

Ia pun meminta aktivitasnya ini dirahasiakan. Alasannya, tidak ingin diketahui keluarganya jika dirinya bekerja tak sesuai dengan apa yang disampaikan kepada keluarganya. “Saya bilang kerja konfeksi. Mohon jangan bilang-bilang ya, please,” ujarnya memohon. (one/fun)