Lomba Penulisan Artikel untuk GPK-Kasek Inklusif, Dipilih 20 Terbaik

KADEMANGAN – Lomba Penulisan Artikel untuk Guru Pembimbing Khusus (GPK) dan Kepala Sekolah Inklusif gelaran Disdikpora Kota Probolinggo bersama Jawa Pos Radar Bromo, memasuki babak penilaian. Dalam penilaian ini, juri akan memilih 20 artikel terbaik untuk 2 kategori. Yakni, kategori Guru Pembimbing Khusus dan Kepala Sekolah Inklusif.

Dua puluh artikel ini akan dipilih dari 53 artikel bertemakan pendidikan inklusif yang telah dikumpulkan para peserta. Ada 4 unsur penilaian yang akan digunakan oleh juri. Meliputi aktualitas, best practice, isi, dari dari segi bahasa.

“Ada 4 unsur penilaian artikel ini, di antaranya aktualitas. Isu yang diangkat ini baru atau tidak. Kemudian best practice, isi, dan bahasa,” ujar Wapemred Jawa Pos Radar Bromo Hana Susanti dalam pertemuan dengan juri lomba di kantor Jawa Pos Radar Bromo (6/11).

Salah seorang juri lomba ini Ikhsan Mahmudi mengatakan, best practice menjadi unsur penilaian penting dalam sebuah artikel. “Artikel tidak sekadar teori, namun juga pengalaman guru dan kepala sekolah selama mengajar siswa inklusi. Pengalaman terbaiknya selama mengajar,” ujarnya.

Isi artikel juga akan menjadi pertimbangan juri. Isi ini dilihat dari kesinambungan antara paragraf satu dengan paragraf lain. Begitu juga dengan penggunaan bahasa. “Penggunaan ejaan atau istilah juga akan diperhatikan. Ini, untuk memudahkan pembaca memahaminya, karena artikel ini nanti akan diterbitkan di Jawa Pos Radar Bromo,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan juri dari Disdikpora Kota Probolinggo Wiwik Agustin. Menurutnya, dalam artikelnya, penulis harus memberikan kesimpulan dalam tulisannya. “Isi atau konten artikel bagaimana penulis memberikan analisis terhadap materi inklusif itu. Apakah menggunakan referensi, memang referensi tidak harus, tapi alangkah bagus jika ada referensi,” ujarnya. (put/rud)