Gagal Dikirim ke Singapura, 5.806 Benih Lobster Dilepas di Gili

KEMBALI KE ALAM: Sejumlah petugas melepas ribuan benih lobster di perairan Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Selasa (6/11). (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

SUMBERASIH – Sebanyak 5.806 benih lobster yang hendak diselundupkan ke Singapura, berhasil digagalkan. Selasa (6/11), ribuan benih lobster itu dilepasliarkan di perairan Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Pelepasan itu dilakukan oleh Ditpolair Polda Jatim bersama Satpolair Polres Probolinggo serta Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan (KIPM) Hasil Perikanan Surabaya I. Ribuan benih lobster itu merupakan hasil ungkap kasus, Senin (5/11), sekitar pukul 04.14 di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Penyidik PPNS Balai KIPM Surabaya 1 Hendri Gustrifandi mengatakan, ribuan benih lobster itu dilepas di Pulau Gili Ketapang karena di sana terumbu karangnya masih bagus. Sehingga, cocok untuk mendukung pertumbuhannya.

Menurutnya, ada 5.806 ekor benih lobster yang dikembalikan ke habitatnya. Di antaranya, ada 14 kantong berisi 4.074 ekor lobster jenis pasir dan 8 kantong berisi 1.732 ekor lobster jenis mutiara.

Barang ini diamankan dari pelaku Hady Tosin, 35, warga Kelurahan/Desa 15 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Senin (5/11). Dia diamankan sekitar pukul 04.14 di pintu pemeriksaan X-ray meeting point T2 Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Ribuan ekor lobster ini disimpan dalam gulungan spon busa putih yang dikemas dalam 22 kantong plastik beroksigen. Serta, dimasukan ke dalam sebuah koper hitam dan siap dikirim menuju Singapura. Dari Surabaya barang ini diangkut menggunakna pesawat yang akan keberangkatan pukul 06.05. “Menurut pengakuan pelaku, barang bukti benih lobster itu berasal dari Lombok,” ujarnya.

Setelah diamankan, barang bukti ini diamankan dan dirawat di instalasi karantina ikan BKIPM Surabaya 1. Sedangkan, tersangka dimintai keterangan oleh Satgaspam Bandara Juanda sebelum diserahkan ke penyidik Balai KIPM Surabaya I.

“Barang bukti benih lobster rencananya akan dilepas sebanyak 5.756 ekor. Sisanya 50 ekor untuk dijadikan barang bukti di persidangan dari total benih lobster yang diselamatkan 5.806 ekor. Nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan Rp. 870.900.000,” ujarnya. (rpd/rud)