Tahun Depan Kota Pasuruan Menuju Smart City, Ini Persiapannya

PASURUAN – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan untuk mewujudkan tata kelola yang terintegrasi dengan teknologi lambat laun bakal terealisasi. Salah satunya dengan mempersiapkan aplikasi berbasis internet yang digadang-gadang untuk menjadi ruang berbagi informasi.

Plt Kepala Dinas Kominfo Kota Pasuruan Fendy Krisdiyono menerangkan, dengan adanya aplikasi tersebut, diharapkan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas lebih terjamin. Sebab, segala informasi yang dihadapi masyarakat nanti bisa dihimpun dalam sebuah aplikasi berbasis internet.

Belum lama ini, pemerintah juga telah menggandeng sejumlah pakar smart city untuk merealisasikan rencana tersebut. “Masterplannya sudah ada. Kami di-backup oleh para pakar smart city sejak Oktober lalu,” terangnya.

Fendy menguraikan, pengembangan masterplan smart city itu berupa inisiatif-inisiatif program beserta road map. Sehingga, realisasi smart city tersebut dapat menghasilkan solusi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

“Misalnya maraknya kejadian begal, pemasangan banner liar, atau kejadian kriminalitas lainnya. Rekan kami di Satpol PP dan kepolisian kan tidak bisa mengawasi 24 jam. Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat juga bisa turut mengawasi,” ujar Fendy.

Ia mengaku, sejauh ini rencana itu sudah mulai dikembangkan secara perlahan. Salah satu bentuk menuju smart city itu yakni dengan adanya aplikasi berbasis internet. Fendy juga menyinggung pentingnya keberadaan CCTV yang dapat memantau beberapa titik krusial.

“Saat ini masih tahap perencanaan dengan pakar smart city yang juga menangani smart city di Kota Surabaya,” tutur dia.

Termasuk juga soal titik mana saja yang dibutuhkan untuk dipasang CCTV. Untuk sementara waktu, pihaknya memang masih akan memprioritaskan pantauan lalu lintas. Dimana CCTV akan dipasang di beberapa titik traffic light. Agar dapat memprediksi tingkat kemacetan arus lalu lintas.

“Realisasinya mulai tahun anggaran 2019. Harapan kami tahun depan aplikasi Matakota ini sudah bisa berjalan. Untuk CCTV kami akan integrasikan dengan Dishub terlebih dahulu. Selanjutnya, dikembangkan pada beberapa tempat lain seperti fasilitas umum ataupun lokasi yang memiliki kerawanan tinggi,” pungkas Fendy. (tom/fun)