Sampai Oktober, Dana TT Pemkab Probolinggo Tersisa Rp 3 M

KRAKSAAN – Dana tidak terduga (TT) yang dialokasikan Pemkab Probolinggo selama 2018, ternyata sudah cukup banyak yang terpakai. Dari anggaran Rp 9,7 miliar, sejauh ini sudah terpakai sekitar Rp 6,7 miliar. Artinya, kini dana ini hanya tersisa sekitar Rp 3 miliar.

Terakhir, dana ini digunakan untuk membantu korban bencana di Kecamatan Gending dan Kecamatan Kraksaan. Bantuan itu diberikan oleh Wakil Bupati Probolinggo A Timbul Prihanjoko.

Di wilayah Kecamatan Gending, bantuan ini diberikan kepada korban kebakaran rumah, Fajar Hariyanto. Pengusaha es krim yang tinggal di Dusun Bunut, Desa Pikatan, ini mendapatkan bantuan dalam bentuk uang.

Begitu juga di wilayah Kecamatan Kraksaan. Di sana ada sejumlah korban yang rumahnya terbakar dan mendapatkan bantuan. Di antaranya, Parjo, warga Dusun Lesan, Desa Rondokuning; Miskadi, warga Kelurahan Kraksaan Wetan; dan Abdul Hafid, warga Desa Rangkang.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Santiyono mengatakan, melalui APBD Pemkab Probolinggo 2018, telah dialokasikan dana TT sekitar Rp 9,7 miliar. Sampai berita ini ditulis, anggaran itu telah terserap sekitar Rp 6,7 miliar.

Menurutnya, anggaran yang terserap itu digunakan untuk penanganan bencana. Baik saat terjadi bencana dan bantuan pascabencana. “Sisa anggaran dana tidak terduga sampai saat ini sekitar Rp 3 miliar. Kami memperkirakan alokasi dana TT yang tersisa itu cukup hingga akhir tahun. Jika ada sisa, akan masuk silpa (sisa lebih penggunaan anggaran),” ujarnya.

Wabup Probolinggo A. Timbul Prihanjoko mengatakan, bantuan sosial yang disalurkan ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga yang tertimpa musibah. Menurutnya, adanya musibah kebakaran menjadi pelajaran penting agar selalu waspada dan tidak terjadi lagi.

“Kami berharap masyarakat selalu menjaga dan waspada terhadap penyebab terjadinya kebakaran. Jangan pernah lupa harus mengontrol listrik maupun kompor sebelum ditinggalkan,” ujarnya. (mas/rud)