Kecelakaan Kerja di PLTU Paiton, Polisi Belum Gelar Perkara

KRAKSAAN – Polisi masih mendalami kecelakaan kerja yang menimpa Bahri, 47, warga Dusun Tanjung Kidul, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Sejauh ini, Satreskrim Polres Probolinggo belum melakukan gelar perkara atas kecelakaan kerja di unit 8 PT POMI PLTU Paiton itu.

Sebab, masih dibutuhkan pemeriksaan keterangan para saksi. Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Riyanto mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tewasnya pekerja subkontraktor General Electric PT Vield Core, Bahri.

Sejauh ini, baru dua orang saksi yang telah dimintai keterangan. “Masih dalam penyelidikan. Hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) dan penyelidikan sementara, pekerja itu jatuh dari ketinggian 33 meter Unit 8 PT POMI Paiton,” katanya.

Disinggung soal perkembangan penyelidiki atau gelar perkara, Riyanto mengaku, belum melakukannya. Sebab, proses penyelidikan masih awal dan perlu adanya tambahan keterangan para saksi.

Meski dugaan sementara korban terjatuh karena tidak mengenakan sabuk keselamatan kerja. “Kami belum gelar perkara. Karena masih perlu keterangan saksi dan mengumpulkan alat bukti,” ujarnya.

Diketahui, Rabu (31/10), Bahri mengalami kecelakaan dan terjatuh dari lantai 6 Boiler Building Unit 8 PT POMI Paiton. Bahri langsung meninggal di lokasi kejadian.

Namun, jenazahnya masih dibawa ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk divisum. Hasilnya, diketahui korban mengalami luka berat. Kepalanya pecah dan kaki kirinya patah. Kini, kasus ini masih didalami Polres Probolinggo. (mas/rud)