Hindari Kesalahan Data, Optimalkan Coklit Terbatas

MAYANGAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo terus berusaha memastikan validitas data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Karenanya, dilakukan proses pencocokan dan penelitian (coklit) terbatas untuk menghindari adanya temuan data salah.

“Dalam DP4 ini sudah ada data orang yang meninggal, data orang yang pindah wilayah, baik masuk maupun keluar. Tapi, khawatir di lapangan ada kematian warga yang tidak dilaporkan. Sehingga, perlu dipastikan lagi melalui coklit terbatas,” ujar Komisioner Divisi Data KPU Kota Probolinggo Djoko Wahyudi.

Djoko mengatakan, proses coklit ini melibatkan mantan PPDB dan pengurus RT atau RW. Kegiatan ini memiliki waktu yang terbatas, mulai 1-9 November. “Kalau ternyata dari DP4 ada warga yang diketahui masih tercatat, tapi di lapangan sudah meninggal, maka segera dicoret,” ujarnya.

Menurut Djoko, surat untuk proses coklit terbatas ini baru turun pada Kamis (1/11). Karenanya, pihaknya langsung melaksanakannya untuk memastikan tidak ada data yang salah.

“Setelah disinkronkan dengan data TMS (Tidak Memenuhi Syarat) Pilkada 2018 dan TMS Pemilu 2019, serta DPTHP 1, baru di-coklit,” ujar Djoko menjelaskan tahapan coklit terbatas ini. (put/rud)