Tawa-Tegang di Laga Amal Ulmar FC v Komando FC, Segini Donasi yang Berhasil Dikumpulkan

TANGKAP: Komedian Komeng (kostum biru) saat menjadi penjaga gawang tim Komando FC, berupaya menangkap bola saat berlaga melawan tim Ulmar FC. Laga yang digelar di stadion R Soedrasono di Bangil Minggu (4/11) pagi itu sengaja digelar untuk amal dan hasilnya disumbangkan ke korban bencana Palu dan Donggala. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Ada yang berbeda di Stadion R Soedrasono di Pogar, Bangil. Minggu (4/11) pagi, di stadion yang menjadi homebase Persekabpas itu digelar laga amal untuk Palu dan Donggala. Dalam laga itu, ada dua tim yang bertanding yakni antara Ulmar FC dengan Komando FC.

JADI KAPTEN: Irsyad Yusuf dibayang-bayangi Rico Ceper dalam laga Ulmar FC melawan Komando FC. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Saat kedua tim berlaga, gelak tawa menghiasi bangku penonton ketika tim Komando FC menunjukkan kebolehannya. Tilik saja saat Komeng, harus terguling-guling menyelamatkan gawangnya. Gaya akrobatiknya, membuat penonton terkekeh.

Laga yang berlangsung di Stadion R Soedrasono Pogar, Kecamatan Bangil, itu memang tampak tak biasa. Karena pemainnya banyak diisi tokoh-tokoh dan artis-artis ibu kota.

Ulmar FC yang memakai kostum putih hijau merupakan akronim dari ulama dan umara. Dalam tim tersebut, banyak tokoh dan petinggi Kabupaten Pasuruan yang tampil. Seperti Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf; Kapolres Pasuruan Raydian Kokrosono; Habib Segaf Baharun, pengasuh Ponpes Dalwa; serta sejumlah pejabat dan ulama lainnya.

Sementara, tim Komando FC merupakan gabungan antara komedian, musisi, dan atlet Indonesia. Di tim ini, selain Komeng, ada eks pebulu tangkis andalan Indonesia, Taufik Hidayat atau mantan pemain sepak bola nasional, Gendut Doni. Komedian yang turut serta lainnya ialah Jarwo Kwat, Rico Ceper, dan Bedu.

Laga amal untuk Palu dan Donggala tersebut digelar 3 x 25 menit. Di babak pertama, pertandingan berjalan alot. Bola lebih banyak di area tengah. Hingga menit ke 15. Tim Komando FC mendapat kesempatan emas. Itu, setelah H. Makhrus melakukan pelanggaran terhadap pemain Komando FC di area penalti.

Wasit akhirnya menunjuk titik putih. Jarwo Kwat datang sebagai eksekutornya. Dengan ancang-ancang ala pemain top dunia, Jarwo Kwat langsung berlari dan menendang bola, ketika peluit untuk penendang disemprit wasit.

Namun, tendangannya begitu lemah. Sampai-sampai, penjaga gawang tim Ulmar dengan mudah menangkapnya. Skor tak berubah, 0-0 untuk kedua kesebelasan.

Tak mau malu di kandang sendiri, tim Ulmar yang dikapteni Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mencoba untuk lebih agresif dalam menyerang. Serangan bertubi-tubi dilesatkan. Tendangan demi tendangan dilepaskan.

Sesi inilah yang membuat penonton tertawa. Komeng yang berperan sebagai penjaga gawang, bolak-balik berguling-guling untuk menghalau bola agar tidak sampai masuk.

Hingga di menit 23 kemudian. Umpan crossing dari Khoiri, kades Tambakan, mengarah ke jantung pertahanan yang dijaga Komeng. Bola lambung meluncur ke arah Kapolres Pasuruan Raydian Kokrosono.

Komeng yang melihat bola itu, mencoba menghalau. Namun, ia justru jatuh terguling dan kehilangan bola lantaran tak mampu menjangkaunya. Bola sempat disambut pemain belakang tim Komando FC dan langsung ditendang. Sayangnya, bola justru mengenai paha Kapolres Pasuruan.

Bola pun bergerak liar ke arah gawang. Tanpa mampu dihalau, bola akhirnya masuk dan merobek jala Komando. Gol pun tercipta. Skor berubah 1-0 untuk Ulmar FC.

Hasil itu, menutup jalannya laga di babak pertama. Di babak kedua, tim Komando FC berusaha untuk membalikkan keadaan. Hanya saja, tak mudah untuk menyamakan kedudukan. Buktinya, serangan bertubi-tubi yang dilakukan, tak kunjung membuahkan gol.

Hingga di menit ke 24 babak kedua kemudian. Umpan dari Ikmal, disambut baik oleh Taufik Hidayat. Bintang lapangan bulu tangkis ini pun menyambut bola dan menyontekkan ke arah gawang.

Bola tak mampu dihalau. Skor berubah, 1-1 untuk kedua kesebelasan. Skor itu pun menjadi penutup jalannya laga di babak kedua. Di babak ketiga, sejumlah pergantian dari masing-masing tim dilakukan.

Saling serang dipertontonkan kedua kesebelasan. Namun, tak ada satu pun yang tercipta. Beberapa peluang sejatinya diciptakan Komando FC. Meski akhirnya bola mampu dihalau dengan baik oleh Imam, pemain jebolan Persekabpas Pasuruan.

Gawang yang dijaga Imam di babak ketiga itu, akhirnya jebol oleh ketangguhan Stephen. Pemain dari tim Komando FC itu, akhirnya mampu membuat timnya pulang dengan bangga karena mereka mampu memenangi laga dengan skor 2-1.

Menurut Bedu, salah satu komedian yang membela Komando FC, laga tersebut sangat baik. Ia memandang, warga negara Indonesia, tergolong dari kalangan yang peduli dengan yang lainnya. Buktinya, ketika ada bencana melanda saudara, banyak yang akhirnya memberikan pertolongan.

“Saya bangga dengan warga Indonesia yang bisa tolong menolong. Kami berharap, warga Indonesia tidak terpecah belah,” akunya.

Ia juga memberikan tanggapan terhadap Kabupaten Pasuruan. Katanya, Kabupaten Pasuruan memiliki potensi yang luar biasa. Sektor wisatanya ada pegunungan yang indah untuk dikunjungi.

“Kami di sini tidak merasa waswas. Banyak ulama di sini, itu yang membuat kami tidak takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” sambung dia.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menguraikan, gagasan pertandingan sepak bola laga amal itu dimaksudkan untuk membantu korban bencana di Donggala dan Palu. Ia ingin ada sesuatu yang berbeda dalam kegiatan penggalangan dana.

“Makanya kami rembuk dengan Muspida, apa yang bisa dilakukan. Akhirnya tercetus ide ini. Kebetulan saya kenal Taufik Hidayat. Dari situ, ide tersebut terlaksana,” sampainya.

Dari hasil kegiatan sepak bola tersebut, dana yang tergalang cukup tinggi. Sebagian berasal dari sumbangan penonton. Sebagian lainnya, dari OPD dan instansi-instansi lain. Total sumbangan yang berhasil digalang mencapai kisaran Rp 270 juta. (one/fun)