Nih Dia, Kampung Nasmireng, Salah Satu Pemenang Lomba Kampung Tematik

Kampung Nasi dan Mi Goreng (Nasmireng) jadi salah satu pemenang dalam Lomba Kampung Tematik antar RW se-Kecamatan Kademangan. Efek ekonomi yang tinggi jadi salah satu keunggulan kampung di RW 2, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo ini.

—————-

RW 2, Kelurahan Ketapang dikenal sebagai kampung nasi dan mi goreng (Nasmireng). Sebab, warganya banyak yang menjual nasi dan mi goreng.

Muhammad Erji, ketua RW 2 menjelaskan, RW yang dipimpinnya punya lima RT. Di tiap RT itu, ada warga yang menjual Nasmireng. Bahkan, dari data yang ada, setidaknya 24 orang pelaku usaha Nasmireng di wilayahnya. Mereka sudah belasan tahun berjualan Nasmireng.

“Di RT 3 ini saja, setidaknya ada 16 pelaku usaha. Sisanya dari total 24 pelaku usaha tersebar di RT lainnya,” terangnya.

Bahkan, di kampung itu, ada satu toko yang menjual bahan baku dalam pembuatan Nasmireng. Sehingga, pelaku usaha tak perlu repot membeli bahan baku di tempat lain.

“Dalam kampung kami juga terdapat satu toko yang sudah lengkap menjual bahan baku Nasmireng. Jadi, para pelaku usaha tak perlu repot untuk membeli di luar,” bebernya.

Dengan kondisi usaha yang mendukung, Erji memastikan, tak ada warga yang menganggur di kampungnya. Jika ada yang menganggur, dipastikan mereka akan diajak untuk ikut membantu berjualan.

“Kalau sudah mahir, biasanya disuruh membuka usaha sendiri,” lanjutnya.

Berangkat dari sana, RW 2 pun mengangkat potensi ekonomi itu saat mengikuti Lomba Kampung Tematik antar RW. Yaitu, kampung Nasmireng.

Saat ini pelaku usaha Nasmireng di RW 2 berjualan di hampir semua titik di Kota Probolinggo. “Ada yang di Jalan Raya Bromo, Dringu, Soekarno-Hatta, Panglima Sudirman, Belakang Eratex, termasuk ada juga beberapa yang berjualan dengan cara berkeliling,” bebernya.

Dampak ekonomi yang dirasakan warga pun cukup besar. Tiap harinya, rata-rata penjual mampu membawa uang bersih Rp 500 ribu. Dalam sebulan, maka didapatkan sekitar Rp 15 juta.

Seperti yang diungkapkan Abdul Rohman, 38, salah satu penjual Nasmireng. Menurut pria yang sudah bekerja 8 tahunan itu, sehari dia bisa mendapat penghasilan bersih Rp 500 ribu. Yaitu, mulai pukul 18.00 sampai 21.00.

“Kadang jika habis sebelum pukul 21.00, pulangnya tetap malam. Soalnya masih nongkrong sama teman lainnya,” bebernya. (rpd/hn)