Belum Semua Mendaftar BPJS Ketenagakerjaan, Target Peserta Kurang 9 Ribu

BUGULKIDUL – Dua bulan sebelum tutup tahun 2018, BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) terus menggenjot kepesertaan di sektor formal atau peserta Penerima Upah (PU). Saat ini, target kepesertaan masih kurang 9 ribu.

Karma Krisnadi, kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Pasuruan mengatakan, BPJS TK Pasuruan yang meliputi Pasuruan dan Probolinggo, terus berupaya menambah peserta baru. “Termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait ketenagakerjaan yang belum ter-cover BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.

Berdasarkan UU Nomor 24/2011 tentang BPJS, menurutnya, semua tenaga kerja wajib jadi peserta BPJS TK. Namun, faktanya, belum semua pekerja otomatis menjadi peserta BPJS TK. Karena itu, perlu ada kesadaran baik dari pekerja maupun pemberi kerja tentang kewajiban menjadi peserta BPJS TK.

Dilanjutkannya, sampai akhir 2017, jumlah tenaga kerja aktif sektor formal yang sudah menjadi peserta BPJS TK sebanyak 146.287 orang. Dan, sampai akhir November 2018, bertambah 27 ribu dari target yang ditentukan sebesar 36 ribu peserta.

Karma mengatakan, sempat ada kekosongan kepemimpinan di BPJS TK Pasuruan selama 3 bulan. Sehingga, membuat pertambahan peserta sempat vakum. Namun, saat ini kepesertaan BPJS TK akan digenjot dalam tempo 2 bulan sampai akhir tahun 2018.

“Kami sudah upayakan menggandeng karyawan kontrak sampai perangkat desa di pemerintahan. Baik di Pasuruan dan Probolinggo yang potensinya kurang lebih 10 ribu kepesertaan baru,” terangnya.

Namun, BPJS TK juga terus menggali tenaga kerja lainnya, salah satunya dari perguruan tinggi atau universitas yang belum mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS TK. Termasuk sinergi agar lembaga pendidikan lainnya juga ter-cover BPJS TK. (eka/hn/fun)