Suami Lebih Sering Tidur daripada Cari Kerja, Istri Ngomel-ngomel

BANGIL – Hati siapa yang tidak jengkel bila melihat suami malas-malasan. Setiap hari selalu bangun siang. Hal itulah yang dirasakan oleh Minthul (nama samaran), 28, warga Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Jengkel melihat Tole (juga nama samaran), 31, yang lebih sering molor di rumah, membuat rumah tangganya berantakan.

Minthul mengatakan, perubahan Tole dirasakan sejak setahun terakhir ini. Yakni setelah sang suami di-PHK oleh perusahaan. Untuk menyambung hidup, Tole memilih jadi driver ojek. “Memang jam kerjanya gak tentu. Tapi orang rumah lihatnya jengkel karena dianggap malas,” jelasnya.

Pernikahan mereka sendiri sudah berjalan 4 tahun lamanya. Termasuk sudah hadirnya satu orang anak yang melengkapi rumah tangga mereka. Sebelumnya Tole memang bekerja sebagai karyawan pabrik. Sehingga dari gaji rutin, selalu ada setiap bulan.

Sebagai pasangan muda, karena hanya Tole yang bekerja, keduanya sulit mweujudkan impian memiliki rumah sendiri. Sehingga dari awal menikah, Tole ikut tinggal di rumah orang tua Minthul. Awalnya karena Tole rutin memberikan gaji bulanan, kehidupan rumah tangga mereka cukup baik. Hubungan dengan mertua juga baik-baik saja.

Namun, namanya kehidupan, kadang roda di atas kadang di bawah. Tole ternyata tak diperpanjang lagi kontraknya. Hal ini jelas membuat syok keluarga. Tole sendiri awalnya tak menyerah dan mencoba cari pekerjaan lainnya. Tapi, sayangnya belum ada yang nyantol.

Di tengah upaya mencari pekerjaan tersebut, makin lama Tole memang makin kurang semangat. Agar dapur bisa mengepul, Tole pun memilih ngojek agar bisa mendapatkan uang untuk belanja keluarga. “Sebenarnya ya malu, suami kok ngojek. Tapi agar punya uang, ya ikhlas suami kerja begitu,” cerita Minthul.

Namun karena jam kerja yang tak pasti, Tole pun jadi sering bangun siang. Hal inilah yang dikeluhkan keluarga lantaran Tole dianggap tak niat bekerja. Memang saat bangun dan bekerja, Tole sering kerja sampai sore bahkan malam hari. Dan hasilnya dikasihkan keluarga untuk biaya makan.

Tapi sayangnya, penghasilan dari ngojek memang tak sebesar saat di pabrik dulu. Sehingga seringkali jadi rerasan mertua. Minthul sendiri awalnya hanya memberikan motivasi agar Tole tetap semangat. “Tapi ya Tole sudah terlanjur down, jadi ya makin hari semangatnya turun. Bahkan ia gak seceria dulu,” ungkapnya.

Akibatnya, memang sering terjadi cekcok antarkeduanya. Apalagi perilaku Tole yang sering bangun siang dan molor ketimbang pergi cari kerjaan. Pertengkaran pun sering terjadi, terutama karena masalah uang. Terakhir mereka pun memilih pisah dan akhirnya memilih cerai di Pengadilan Agama Bangil. (eka/rf)