Lakukan Survei Pekan Depan untuk Pembanding sebelum UMK 2019 Ditentukan

PURWOREJO – Dinas Tenaga Kerja mulai bersiap sebelum penentuan upah minimum kota (UMK) untuk tahun 2019 mendatang. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Dewan Pengupahan bakal melakukan survei kebutuhan hidup layak (KHL) pekan depan.

Kepala Disnaker Kota Pasuruan Mahbub Effendi mengungkapkan, penentuan UMK tahun 2019 tidak akan berbeda dengan tahun 2018. UMK harus mengacu dari inflasi nasional sebesar 2,88 persen dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 5,15 persen.

“Besaran UMK masih akan kami bahas mulai Senin (5/11) bersama dengan Dewan Pengupahan. Rencananya kami akan melakukan survei lapangan di sejumlah pasar utama di Kota Pasuruan,” katanya.

Mahbub menyebut, survei ini untuk mengetahui daya beli masyarakat Kota Pasuruan. Dari sini dapat diketahui daya beli ini naik ataukah turun. Kondisi inilah yang bakal menjadi acuan utama dalam menentukan KHL. Namun, survei yang dilakukan dewan pengupahan untuk menjadi pembanding semata.

Menurutnya, dari acuan UMK dua tahun belakangan, besaran UMK 2019 tidak akan terlalu berselisih jauh. Disebutkannya, UMK 2017 ditentukan sebesar Rp 1.901.952. Sementara UMK tahun ini mengalami kenaikan sebesar Rp 2.067.621.

Survei ini akan dibandingkan dengan hasil penghitungan UMK dari pusat yakni UMK tahun sebelumnya dikalikan dengan penjumlahan tingkat inflasi dan besaran pertumbuhan ekonomi. Nilai yang tertinggilah yang akan menjadi prioritas UMK tahun 2019. (riz/fun)