Pemkab Probolinggo Raih National Procurement Award

KRAKSAAN- Pemkab Probolinggo kembali meraih penghargaan tingkat nasional. Kali ini, menjadi salah satu penerima penghargaan National Procurement Award 2018 kategori Komitmen Penerapan Standar LPSE 2014. Penghargaan ini berasal dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) merupakan unit kerja untuk menyelenggarakan sistem pelayanan pengadaan barang atau jasa secara elektronik. Serta, memfasilitasi Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau pejabat pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang atau jasa secara elektronik.

Penghargaan ini diserahkan oleh Kepala LKPP Agus Prabowo, Selasa (30/10) malam di Sabuga Center Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam hal ini, Pemkab Probolinggo diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono.

Dengan penghargaan ini, Pemkab Probolinggo dianggap sudah melakukan pengadaan barang atau jasa yang sesuai etika (profesional, mandiri, dan menjaga kerahasiaan informasi). Serta, prinsip-prinsip pengadaan barang atau jasa (efisien, efektif, transparan, adil, dan akuntabel) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16/2018.

“Dari 635 LPSE se-Indonesia, baru 49 LPSE yang telah berkomitmen dalam penerapan standar LPSE 2014, termasuk Kabupaten Probolinggo. Di Jawa Timur, 9 kabupaten/kota juga menerima penghargaan serupa. Yakni, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Madiun, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tuban, Kabupaten Ponorogo, Kota Mojokerto, dan Kota Madiun,” ujar Soeparwiyono.

Soeparwiyono mengatakan, Pemkab Probolinggo dinilai sudah memenuhi 17 standar pelayanan yang ditetapkan LKPP. Serta, mempertimbangkan kuatnya komitmen Bupati Probolinggo dalam mengimplementasikan e-procurement.

“Sistem pengadaan secara elektronik akan meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan transparansi dalam proses pengadaan barang atau jasa pemerintah. Sehingga, dapat meminimalisasi peluang terjadinya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujarnya.

Menurutnya, anugerah ini merupakan buah manis bagi seluruh pegawai yang secara teknis operasional memangku proses pengadaan barang atau jasa secara elektronik. Serta, rajin menjaga operasionalisasi standar LPSE 2014. “Penghargaan ini menjadi tambahan motivasi bagi Pemkab Probolinggo untuk lebih meningkatkan komitmen dan integritas dalam layanan pengadaan barang atau jasa pemerintah secara elektronik,” ujarnya. (mas/rud)