Serikat Buruh Mulai Survei KHL di Tiga Pasar untuk Pembanding Angka UMK

SUKOREJO – Menjelang rapat Dewan Pengupahan, gabungan serikat buruh di Kabupaten Pasuruan mulai melakukan survei harga pasar sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Nantinya, hasil survei ini akan dibahas pada rapat Dewan Pengupahan sebagai pembanding usulan Upah Minimum Regional (UMR) 2019.

Gunawan Karyanto, ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kabupaten Pasuruan mengatakan, survei harga pasar rencananya dilakukan dua kali. Yang pertama dilakukan Sabtu (27/10) dan yang ke dua dilakukan pada awal November ini.

“Kami lakukan dua kali. Yang pertama dilakukan Sabtu, karena hari itu banyak pekerja yang belanja. Yang kedua dilakukan awal November sebagai pembanding harga saat banyak pekerja yang baru gajian,” jelasnya.

Survei harga pasar itu, dilakukan di tiga tempat. Yaitu, di Pasar Bangil, Pandaan, dan Pasar Sukorejo. Tiga pasar tersebut dipilih lantaran menjadi pasar yang paling banyak jadi tempat berkumpulnya pekerja.

Pelaksana survei ada 12 orang yang dibagi menjadi tiga tim. Tim ini gabungan dari enam serikat buruh yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Dana untuk survei ini, dikatakan Gunawan, berasal dari dana mandiri inisiatif serikat buruh. “Ini murni inisiatif sendiri agar nanti saat rapat dewan pengupahan kami bicara berdasarkan survei KHL. Sehingga, bisa menjadi pembanding dengan hitungan berdasarkan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan,” jelasnya.

Hasil survei ini didata sesuai dengan 60 item yang masuk survei KHL. Mulai kebutuhan primer makanan dan minuman, sandang, perumahan atau indekos, biaya kesehatan, tranportasi, rekreasi, sampai tabungan.

“Hasilnya nanti akan kami gabung dan dirata-rata, sehingga ada acuan berdasarkan survei KHL di lapangan. Dengan demikian, argumentasi serikat buruh saat rapat nanti berdasarkan data dan survei kami di lapangan,” pungkasnya. (eka/fun)