Pekerja Tewas Terjatuh di PLTU Paiton, Tak Kenakan Sabuk Keselamatan

PAITON-Kecelakaan kerja di Unit 8 PT POMI PLTU Paiton yang menewaskan Bahri, 47, warga  Dusun Tanjung Kidul RT 10/ RW 10, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, terus diselidiki kepolisian setempat. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diketahui jatuh dari ketinggian sekitar 33 meter.

Dugaan sementara, korban tidak mengenakan sabuk keselamatan kerja saat terjatuh itu. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim AKP Riyanto saat mendampingi kapolres.

Perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu menjelaskan, pihaknya masih mendalami tewasnya pekerja sub kontraktor General Electric itu. Sejauh ini, baru ada dua saksi yagn telah dimintai keterangan.

“Kami sudah periksa dua saksi. Mereka adalah rekan kerja korban,” kata mantan kasatreskrim Polres Situbondo dan Polres Pasuruan Kota itu pada Jawa Pos Radar Bromo.

Dari penyelidikan sementara, korban saat itu tengah bersama pekerja lainnya memasang  konstruksi perancah (Scaffolding). Namun nahas, korban yang tidak mengenakan sabuk keselamatan terjatuh. Korban pun langsung tewas di lokasi kejadian.

”Kami masih belum dapat memastikan, apakah kelalaian ini hanya dilakukan oleh korban. Atau memang semua pekerja tidak menggunakan sabuk keselamatan kerja? Karena, saat datang ke lokasi kejadian, para pekerja lainnya sudah menjauh dari lokasi dan berhenti bekerja,” terangnya.

Diketahui, pekerja sub kontraktor General Electric PT Vield Core itu tewas, usai mengalami kecelakaan kerja di boiler Unit 8 PT POMI PLTU Paiton. (mas/mie)