Jelang Penghujan, Lapisi Aspal Jalur Pantura dengan Metode Slurry Seal

KERJA KERAS: Sejumlah pekerja menggarap perbaikan Jalur Pantura di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Rabu (31/10). Pemeliharaan jalan ini dilakukan menjelang musim hujan menggunakan teknologi slurry seal. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

DRINGU – Lapisan aspal jalan di sejumlah titik Jalur Pantura, Kabupaten Probolinggo, mulai aus. Karenanya, sejak beberapa hari terakhir Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional wilayah Probolinggo-Situbondo melakukan pemeliharaan rutin dengan metode slurry seal.

Perbaikan dilakukan dengan melapisi permukaan aspal dengan aspal baru. Supaya, saat hujan tidak ada air yang masuk lewat pori-pori aspal yang pecah. Rabu (31/10) siang, sejumlah pekerja terlihat memperbaiki titik Jalur Pantura di Kecamatan Dringu.

Perbaikan dilakukan siang hari, metode slurry seal membutuhkan cuaca panas langsung sinar matahari. Supaya lapisan aspal cepat kering dan melekat ke aspal yang aus. Lapisan itu menggunakan bubur aspal dengan ketebalan sekitar 8 milimeter. Aspal yang sudah aus langsung tertutup dan bagus kembali.

Pejabat Pembuat Komitmen Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional wilayah Probolinggo-Situbondo Andhika Tommy mengatakan, sebelum memasuki musim hujan, pihaknya mengebut perbaikan dan pemeliharaan Jalur Pantura Probolinggo. Supaya aspal jalan tidak sampai terjadi rusak parah.

“Tidak bisa ditentukan berapa panjang pemeliharaan dengan teknologi slurry seal. Karena pengerjaan itu spot-spot. Tergantung kondisi aspal yang sudah aus dan perlu diperbaiki dengan teknologi slurry seal itu,” ujarnya.

Tommy menjelaskan, aktivitas perbaikan Jalur Panturan itu merupakan pemeliharaan rutin jalan secara preventif. Tujuannya, mencegah air masuk ke lapisan di bawahnya dan membuat jalan lebih awet. “Manfaat pemeliharaan jalan lebih murah karena sistemnya mencegah terjadinya jalan berlubang,” ujarnya. (mas/rud)