Pasien Tuntut RSUD-BPJS, DPRD: Seharusnya RS Tidak Kaku

MAYANGAN – Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Riyanto menyesalkan kejadian meninggalnya pasien poli penyakit jantung di RSUD dr Mohamad Saleh. Seharusnya, menurut pria yang akrab disapa Agus ini, pihak rumah sakit tidak kaku.

Lebih lagi, sebelumnya sudah ada rujukan, hanya saja tinggal memperpanjang masa rujukannya. “Harusnya pihak rumah sakit tidak kaku. Jika memang ada rujukan sebelumnya, kenapa itu tidak digunakan sebagai acuan. Sehingga, pasien ditangani terlebih dahulu. Sementara pihak keluarga mengurus rujukannya,” terangnya.

Selain itu, ia mengusulkan agar rujukan yang digunakan khusus untuk pasien kronis seperti jantung, paru-paru, diabetes, stroke, dan sebagainya, rujukanya tidak ada masa berlakunya.

Menurutnya, Selasa (30/10) sekitar pukul 10.00 ada kasus serupa, beruntungnya tidak sampai meninggal. Ia mendapatkan laporan jika ada warga di perbatasan antara Ketapang dan Pesisir, sakit. Namun, pasien tidak bisa dirujuk ke RSUD Mohamad Saleh lantaran termasuk tipe B.

“Saya sampai hubungi pihak BPJS dan rumah sakit. Katanya tetap tidak bisa karena jika di-klik di komputer, nama pasien tidak muncul. Harus ke tipe D dulu. Kecuali pasien mau membiayai sendiri atau menjadi pasien umum meski di kelas III,” terangnya.

Persoalan seperti inilah yang harus dipikirkan. Sehingga, dalam waktu dekat ia berencana untuk duduk bareng bersama lima puskesmas, pihak rumah sakit, serta BPJS.

“Saran saya, selain pihak rumah sakit tidak kaku, kami juga akan duduk bersama dengan pihak terkait guna membahas masalah ini. Saya pikir pusat juga harus tahu persoalan yang ada di daerah,” jelasnya. (rpd/rf)