Terperosok Limbah Pabrik Gula di Klenang Lor, Nenek Tewas

BANYUANYAR-Pembuangan limbah bekas pabrik gula sembarangan di Kabupaten Probolinggo, kembali memakan korban. Bahkan, kali ini korban pun harus meregang nyawa usai mengalami luka bakar serius.

Korban nahas itu diketahui bernama Sujiani, 72, warga Dusun Pring, RT 3/ RW 1 Desa Klenang Lor, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Hanya, lokasi limbah pabrik gula tempat Sujiani terperosok berbeda dengan lokasi Muhammad Rahmad, warga Dringu yang kakinya melepuh usai terkena limbah bekas pabrik gula.

Sujiani terperosok ke tumpukan limbah di dekat rumahnya di Dusun Pring, Klenang Lor. Ia terperosok ke tumpukan limbah itu pada Sabtu lalu (7/10) sekitar pukul 08.00.

Saat itu, nenek tersebut hendak mengambil tali di area dekat tempat pembuangan limbah itu. Namun, saat itu ia terperosok di tumpukan limbah.

Ia pun mengalami luka bakar serius di kedua kaki hingga pantatnya. Sempat dibawa ke Puskesmas Maron oleh tetangganya, ia lantas dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Ia pun sempat dirawat sekitar 10 hari. “Saran dokter harus diamputasi. Namun, pihak keluarga tidak berkenan hingga akhirnya dibawa pulang,” kata AKP Riyanto, Kasatreskrim Polres Probolinggo.

Pada Senin (29/10) , jajaran muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) Banyuanyar sempat berkunjung ke rumah korban, bersama TP PKK setempat, kepala desa dan bidan desa. Sore harinya, sekitar pukul 16.37, korban akhirnya meninggal dunia. Jenazah Sujiani lantas dikebumikan ba’da magrib.

“Dari penyelidikan awal, lahan tempat pembuangan limbah itu milik warga Desa Kedungsari, Kecamatan Maron, berukuran 30 x 40 meter. Limbah itu dibeli sejak 2016. Pemilik aslinya, warga Klenang Lor,” beber perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Kasus itu pun kini masih didalami oleh kepolisian setempat. “Kami masih lakukan penyelidikan,” jelas Riyanto. (mas/mie)