Kena 7 Tahun, Pembunuh Waria Bos Katering Menerima, JPU Pikir-Pikir

BANGIL – ETF, remaja 17 tahun yang jadi pembunuh Slamet Pujianto alias Metty, 44 bisa sedikit bernapas lega. Sebab, majelis hakim mengabulkan sebagian permohonan yang diajukan dalam pleidoinya untuk memberikan keringanan hukuman kepadanya.

ETF yang nekat menghabisi bos katering karena merasa imbalan kencannya minim, “hanya” divonis hukuman 7 tahun penjara. Vonis itu lebih rendah setahun dari yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU).

Usai putusan dibacakan, majelis haim yang diketuai Aswin nampak memberikan kesempatan pada ETF untuk berkonsultasi dengan Penasehat Hukumnya, Wiwik Tri Haryati.

Usai berkonsultasi, ETF memilih untuk menerima vonis itu. Sementara JPU Kejari Kabupaten Pasuruan, Andik Hamsah, memilih pikir-pikir dulu. “Kami masih pikir-pikir,” kata Andik.

Diketahui, ETF divonis 7 tahun penjara terkait pembunuhan terhadap waria bos katering Slamet Pujianto alias Metty. (one/mie)