Isak Tangis Mewarnai Pemakaman Nakhoda KM Cahaya Bahari Jaya

MAYANGAN-Jenazah Windi Budiarto, 37, jalan Ikan Kakap, Gang Masjid RT 3/RW 4 Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo dimakamkan Jumat pagi (26/10). Nakhoda kapal motor (KM) Cahaya Bahari Jaya itu dimakaman sehari usai ditemukan di perairan Mandangin, Pamekasan, (25/10).

Diketahui, jenazah Windi dibawa pulang ke Kota Probolinggo lewat perjalanan laut. Jenazahnya tiba di pelabuhan Tanjung Tembaga, Kamis siang.

Awalnya, identitas jenazah sulit diidentifikasi. Hanya diketahui bahwa ada salah satu gigi bagian bawa yang tanggal separo.

Sampai Kamis petang, jenazah Windi masih berada di RSUD dr Moh Saleh. Baru sekitar pukul 20.00, jenazah Windi itu diantar ke rumah duka. Itu setelah pihak keluarganya benar-benar yakin bahwa jenazah itu adalah jenazah Windi.

Jumat pagi sekitar pukul 08.00, jenazah Windi pun dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat. Isak tangis dari keluarga mengantar Windi ke peristirahatan terakhir.

Keluarga Windi benar-benar berduka. Sebab, ada tiga anggota keluarga yang berada di KM Cahaya Bahari Jaya yang hilang kontak di perairan Paiton sejak Sabtu lalu itu (20/10).

Selain Windi, ada Rohim. Ia merupakan kakak ipar Windi. Jenazah Rohim ditemukan pertama kali. Sementara adik Windi yang diketahui bernama Wahyu, hingga saat ini masih belum diketahui keberadaanya.

Hariyono, 32, warga Mayangan, teman Windi mengatakan, sebelum kejadian, kru kapal ada yang mengajaknya, namun ia menolak. Pasalnya ia tahu betul jika pada saat itu angin kencang. Sementara kondisi kapal sudah tua.

“Sebetulnya saya juga diajak berangkat, tapi saya tidak mau, sebab angin kencang, selain itu kapalnya sudah tua, hanya menang catnya saja yang baru,” bebernya ketika ditemui di pemakaman Windi.

Diketahui, 8 nelayan asal Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, hilang kontak Sabtu (20/10) di sekitar perairan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Sehari setelahnya, seorang ABK ditemukan meninggal dunia di perairan Pamekasan, Madura, yakni Rohim. Petugas terus melakukan penyisiran di perairan untuk mencari mereka. (rpd/mie)