Istri Tak Nurut, Dilarang Pulang ke Rumah

PURWOSARI – Niat Minthul (nama samaran), 28, warga Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, untuk kembali bekerja menjadi buruh pabrik berakibat buruk bagi rumah tangganya. Ini, lantaran Tole (juga nama samaran), 28, tak suka dengan kesibukan Minthul yang baru.

Ketidaksukaan itu ditunjukkan dengan teguran saat Minthul pulang malam. Bahkan, Tole melarang Minthul pulang ke rumah karena kesal melihat sang istri pulang kerja larut malam.

Kondisi ini jelas membuat Minthul kecewa. “Padahal, jelas-jelas saya cari duit juga untuk keluarga, dianggapnya saya keluyuran gak jelas,” keluh Minthul.

Sebelum menikah dengan Tole, Minthul sempat bekerja sebagai buruh pabrik. Sehingga, sudah terbiasa mandiri dan mempunyai uang sendiri. Namun, setelah menikah dengan Tole 4 tahun yang lalu, semuanya berubah. Tole meminta agar Minthul di rumah dan fokus mengurus rumah dan anak.

“Dulu masih lugu, niat memang berbakti sama suami. Tapi, sampai 3 tahun menikah, gaji suami gak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Setelah menikah, Minthul memang ikut tinggal bersama orang tua Tole. Tole yang bekerja sebagai buruh pabrik, menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Meski pas-pasan, Tole tetap ngotot agar Minthul di rumah saja menjadi ibu rumah tangga.

Awalnya, Minthul menurut saja, terutama karena tak lama kemudian Minthul pun hamil. Setelah anak lahir dan kebutuhan makin tinggi, gaji Tole yang hanya setara UMR itu pun makin tak cukup untuk kebutuhan sebulan.

“Soalnya gak cuma untuk makan, bayar listrik, dan air. Ada kebutuhuan anak kayak popok dan susu. Jadi, sering kurang dan mau gak mau ngutang sampai minta ke orang tua saya,” keluh Minthul.

Kondisi ini membuat Minthul gerah. Dari awal saat sudah sulit uang, sejatinya Minthul ngotot ingin cari kerja lagi. Tapi, Tole selalu tak mengizinkan. Akhirnya, Minthul berinisiatif kerja karena lama-lama utang makin menumpuk. Ia risih sering didatangi penagih utang.

“Untungnya dari koneksi teman, saya bisa kerja lagi di pabrik lama. Dan Alhamdullilah setelah dapat gaji sangat bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” jelasnya.

Setelah tahu Minthul bisa menambah tambahan ekonomi keluarga, keluarga suaminya setuju saja. Berbeda dengan Tole yang kukuh tak ingin istrinya bekerja.

Belakangan diketahui alasan Tole melarang istrinya bekerja kembali. Itu, tak lepas dari sifatnya yang pencemburu. Ia takut istrinya kenal dengan banyak pria dan menjalani affair dengan salah seorang di antaranya. Tentu saja, alasan ini semakin menambah kekecewaan Minthul. Ia merasa tak dipercaya oleh sang suami.

Akibatnya, pasangan suami-istri (pasutri) ini sering bertengkar. Tole selalu cemburu gak jelas. Terutama kalau Minthul sampai pulang larut malam. Padahal, ia kerja lembur. “Lembur saya ambil agar ada tambahan untuk bayar utang,” ungkapnya. Namun, alasan ini tetap tak dipercaya sang suami.

Terakhir, Tole malah mengusir istrinya dan melarangnya kembali ke rumah. Minthul merasa marah dan sakit hati saat itu. Ini, lantaran pengorbanannya tidak dihargai oleh suaminya sendiri. Karena itu, Minthul pun enggan bersama Tole lagi dan memilih menggugat cerai ke Pengadilan Agama Bangil. (eka/rf)