Sindikat Oknum Perangkat Desa Ini Mencuri Motor di Lima TKP

PAITON-Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dilakukan oknum Perangkat Desa Patemon Kulon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Maqbullah, 44, terus didalami pihak kepolisian. Termasuk, setelah berhasil menangkap dua komplotannya, Mulyadi, 28 dan Heri Susanto, 36.

Kapolsek Paiton AKP Riduwan mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tercatat kawanan curanmor Perangkat Desa, Maqbullah itu beraksi di lima tempat kejadian perkara (TKP) di Kecamatan Paiton. Lima TKP itu merupakan yang barang buktinya ditemukan. Sementara, TKP lain juga masih ada yang belum ditemukan.

Motor yang dimaling dari lima TKP itu berupa Honda Vario milik siswa sekolah, TKP-nya di Desa Sukodadi. Karena siswa ini dilarang membawa sepeda motor ke sekolah, maka diparkir di halaman rumah orang tanpa menitipkannya. Ternyata, motor ini diembat tersangka.

TKP kedua juga di Desa Sukodadi. Saat itu, tersangka menggondol motor Honda Supra milik Ahmad, warga Desa Kedungrejoso, Kecamatan Kotaanyar. Berikutnya, sepeda motor Yamaha Vega milik warga Desa Kertonegoro, Kecamatan Pakuniran. Saat itu, korban sedang membesuk keponakannya yang mondok di Pesantren Mambaul Ulum, Desa Sukodadi.

Dua TKP lainnya di masjid Desa Binor, Kecamatan Paiton dan di Masjid Mujahidin, Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton. Saat itu, mereka menggondol sepeda Honda Supra X bernopol P 3373 FE milik warga Desa Binor dan Honda Supra X milik warga Desa Sumberanyar saat salat Jumat. “Pelaku jika ada kesempatan langsung ada niatan mencuri motor,” ujar Riduwan.

Riduwan mengatakan, setiap TKP pencurian dilakukan oleh Perangkat Desa Patemon Kulon, Maqbullah. Sedangkan yang menemaninya berbeda-beda. Mereka melakukan aksinya menggunakan kunci T. Saat pencurian di Pesantren Mambaul Ulul, Desa Sukodadi, kunci T-nya sempat patah. Sehingga, mencuri sepeda motor lainnya.

Menurutnya, para tersangka mencuri karena bermotif gaya hidup. Mereka gengsi saat bertemu teman-temannya. Selian itu, juga karena pergaulan yang salah. Kedua tersangka itu tidak memiliki pekerjaan tetap. Hanya Maqbullah punya pekerjaan tetap sebagai perangkat Desa Patemon Kulon. “Karena ulahnya, meraka terancam hukuman 9 tahun penjara berdasar pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan,” ujar Riduwan.

Diketahui sebelumnya, Maqbullah dibekuk warga karena mencuri motor di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Dari hasil pemeriksaan aparat kepolisian, akhirnya polisi juga membekuk dua rekanya, Sabtu (13/10). Yakni, Mulyadi, 28 dan Heri Susanto, 36. (hil/rud)