Januari-Oktober Kasus Kebakaran Sudah 82 Peristiwa, Ada Kenaikan 17 Insiden

SIRAM: Kebakaran gudang oven di dalam pabrik kayu PT. Ajisono, Dusun Kaliputih-Desa Sumbersuko, Gempol, yang terjadi akhir Agustus silam. Angka kebakaran di Kabupaten Pasuruan meningkat di tahun 2018. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pasuruan, tak hanya memicu kekeringan di sejumlah daerah. Dampak lainnya, rentetan kebakaran yang kian intens terjadi.

Berdasarkan data Damkar Kabupaten Pasuruan, insiden kebakaran di Kabupaten Pasuruan tahun ini meningkat tajam. Jika dibandingkan tahun 2017 lalu, ada kenaikan hingga 17 kasus kebakaran.

Kepala UPT PMK Kabupaten Pasuruan, Ruspandi menguraikan, kemarau yang masih berlangsung, membuat insiden kebakaran meningkat. Ada kenaikan hingga belasan kasus dibandingkan tahun 2017 lalu. Kenaikan ini dipicu berbagai faktor. Teriknya matahari menjadi salah satunya.

Mengingat, banyak kebakaran yang terjadi, rata-rata di lahan yang banyak ditumbuhi ilalang kering. “Kasus kebakaran meningkat. Ada beberapa faktor. Salah satunya dipengaruhi teriknya matahari,” bebernya.

Selain itu, faktor lainnya imbas kelalaian manusia, konsleting listrik dan berbagai faktor lainnya. Pembuangan putung rokok di area yang banyak ditumbuhi ilalang, menjadi salah satu pemicu lainnya insiden kebakaran terjadi. Di samping juga faktor korsleting listrik yang banyak terjadi di kawaran pemukiman ataupun perusahaan.

Ruspandi mencatat, sepanjang tahun 2017, insiden kebakaran di Kabupaten Pasuruan mencapai 65 kasus. Namun, untuk tahun ini, mencapai 82 kasus. “Itupun hanya per 17 Oktober 2018 ini. Bisa saja, jumlahnya bertambah, karena tahun 2018 masih panjang,” tukasnya.

Rentetan demi rentetan kebakaran itu, patut diwaspadai masyarakat. Ia mengingatkan, agar masyarakat lebih berhati-hati. Seperti ketika membakar sampah ataupun membuang puntung rokok.

“Jangan sampai, gara-gara puntung rokok ataupun bakar-bakar sampah, malah menjadi kasus kebakaran,” pungkasnya. (one/fun)