Dua Warga Kraksaan Mengancam, Direkam Kamera, Diciduk Deh

KRAKSAAN – Diduga menebarkan ancaman, dua warga Kraksaan diciduk anggota Sat Reskrim Polres Probolinggo, Selasa (16/10). Keduanya adalah Agus Suhartono, 44 dan Wajhil Munir alias Ahil, 45.

Keduanya diciduk karena diduga kuat mengancam Sahlal Hariyadi, 41, warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan. Tidak hanya dengan ancaman bahasa, namun menggunakan senjata samurai.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, tersangka Agus adalah warga Desa Bulu dan Ahil tercatat sebagai warga Kelurahan Kraksaan Wetan. Keduanya mengancam korban dengan cara merekam ancaman tersebut. Lantas, rekaman ancaman berdurasi 1 menit 32 detik, itu diedarkan di media sosial (medsos).

Atas dasar rekaman ancaman itu, korban Sahlal pun melapor ke Polres Probolinggo, pekan lalu. Petugas lantas menangkap kedua tersangka.

Penangkapan dilakukan pertama kali terhadap tersangka Agus di kantor Federal Internasional Finance (FIF) Kraksaan, Selasa sore. Tak berselang lama, tersangka Ahil yang diamankan di rumahnya.

Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad melalui Kasatreskrim AKP Riyanto mengatakan, penangkapan keduanya dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan pengancaman dari korban Sahlal. Dengan bukti rekaman video yang sudah beredar di medsos, pihaknya melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, dilakukan penangkapan terhadap kedua tersangka.

“Keduanya kami amankan karena dipanggil tidak hadir. Keduanya kini status tersangka dan ditahan,” tuturnya.

Kasat Reskrim menegaskan, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 45 ayat (4) jo Pasal 27 ayat (4) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 335 KUHP. Mereka diduga kuat melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.

”Diduga kuat, kedua tersangka ini juga melakukan perampasan motor dan penganiayaan. Kini, masih kami selidiki dan dalami kasusnya. Tersangka Ahil sendiri merupakan residivis kasus penganiayaan,” terangnya. (mas/hn/fun)