Dibuka dengan Laga Umara v Ulama, Serunya Hari Pertama Futsal Sarungan

GADINGREJO – Turnamen Futsal Sarungan yang digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN), resmi dibuka Rabu (17/10). Sebelum laga perdana dipertandingkan, Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo mengajak para pejabat dan ulama yang hadir untuk bertanding.

“Ayo kita berlaga ekshibisi. Supaya bisa merasakan serunya Futsal Sarungan ini,” ajak Teno usai sambutan. Seketika itu, sejumlah pejabat pemkot dan pengurus PC NU Kota Pasuruan, masuk ke lapangan futsal.

Laga ekshibisi ini menyita perhatian para peserta dan penonton yang hadir di lapangan futsal Petahunan. Apalagi kalau bukan komposisi dua tim yang bertanding. Satu tim diisi para pejabat atau umara, tim lainnya diisi ulama.

Komposisi tim umara di antaranya Teno; Ketua DPRD Ismail Marzuki Hasan; Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispopar) Hardi Utoyo; Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Luki Danardono; dan pejabat lainnya.

Sementara tim ulama berformasikan Muhammad Nailur Rahman selaku ketua panitia HSN; Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Ali Ikbal; serta para pengurus PC NU. Baik tim ulama maupun umara, wajib memakai sarung serta kopiah, yang menjadi syarat utama dalam turnamen tersebut.

Hanya saja wasit sedikit melunak lantaran kedua tim dibolehkan tidak memakai sepatu alias nyeker. Sebab, laga itu memang digelar spontan. Sementara para pejabat banyak yang baru saja menggelar acara formil di kantor pemkot.

Laga ekshibisi itu hanya sekitar 1×5 menit. Meski begitu, jalannya laga begitu sengit. Teno yang pagi itu memakai seragam batik Korpri, tampak bersemangat. Bahkan, kerja samanya dengan Ismail Marzuki Hasan, membuat tim ulama sempat kocar-kacir.

Gol pertama akhirnya tercipta melalui kaki Hery Dwi Sujatmiko. Lelaki yang menjabat Camat Panggungrejo itu, berhasil mencetak gol setelah menyambut umpan Teno. Tim umara kembali menambah gol, setelah Ismail Marzuki yang tak terkawal berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan. Hingga akhir laga, tim umara berhasil menyudahi pertandingan dengan skor 3-0.

Selepas laga ekshibisi, semuanya saling berangkulan. Meski hanya lima menit, laga cukup membuat seragam dan kostum yang dikenakan pemain kedua tim basah akan peluh.

Dalam pembukaan itu, para pejabat pemkot serta pengurus PC NU Kota Pasuruan hadir di lapangan futsal Petahunan. Juga dinyanyikan Mars Nahdlatul Ulama, Ya Lal Wathon. Seluruh undangan maupun peserta tampak kompak menyanyikan mars tersebut.

Nailur Rahman selaku ketua pelaksana Hari Santri Nasional (HSN), dalam sambutannya mengatakan, Futsal Sarungan ini merupakan rangkaian kegiatan memperingati HSN. “Santri punya peranan saat zaman kemerdekaan dahulu. Sebagai generasi penerus, kita harus mengisi kegiatan dengan yang positif,” kata pria yang akrab disapa Gus Amak ini.

Sementara itu, Teno mengaku bangga karena Kota Pasuruan punya ciri khas untuk memperingati HSN. “Turnamen futsal sarungan ini sudah tiga kali digelar. Kami pun berharap, turnamen ini rutin digelar dari tahun ke tahun ketika HSN,” kata politisi PDIP ini.

***

SERU: Laga antara tim futsal Ponpes Nurul Huda melawan Madin Babbul Jannah di laga pembuka, Rabu (17/10). (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Even turnamen Futsal Sarungan hari pertama, langsung menggelar 16 pertandingan. Seluruh tim yang berlaga, mengeluarkan kemampuannya agar bisa lolos ke babak selanjutnya.

Di laga pertama yang mempertemukan antara tim dari Ponpes Nurul Huda melawan Madin Babbul Jannah. Dalam laga ini, tim Babbul Jannah mampu menang tipis 1-0 atas Ponpes Nurul Huda.

Meski begitu, sejumlah pertandingan diwarnai dengan hujan gol. Seperti pertandingan antara PP Sabirun Najjah melawan PP Tarbiyatus Salafiyah. Kedua tim berhasil mencetak Sembilan gol dalam satu pertandingan.

Sejak awal pertandingan kedua tim bermain menyerang. Aksi tembakan dari luar kota penalti kerap diperagakan kedua tim. Namun, Tarbiyatus Salafiyah berhasil mencuri gol di menit awal pertandingan melalui kaki Wahyudi di menit pertama.

Gol ini semakin melecut semangat Tarbiyatus Salafiyah. Terbukti, mereka unggul 5-0 di babak pertama melalui sepakan dari Junaidi sebanyak dua kali, Wahyudi dan Taufik. Unggul cukup lebar membuat Tarbiyatus Salafiyah melakukan rotasi pemain.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh Sabirun Najjah untuk terus menekan pertahanan Tarbiyatus. Mereka pun sukses memperkecil ketinggalan melalui Qodas dan Misbakhul Munir. Namun, tarbiyatus berhasil menutup laga dengan keunggulan 7-2 dan membuat Junaidi menggenapi koleksi golnya menjadi empat buah.

Pelatih tim Tarbiyatus Salafiyyah, Bustanul Arifin mengaku puas dengan hasil yang dipetik anak asuhnya. Namun, hasil pertandingan ini membuatnya tahu jika ada perbedaan antara pemain utama dengan pemain cadangan.

“Ini yang harus saya perbaiki dengan semakin terus mengasah teknik dan semangat mereka agar perbedaannya tidak terlalu lebar,” jelasnya.

Dalam pertandingan terakhir, PP Bayt Al Hikmah berhasil menjinakkan Sunniyah Salafiyah. Kedua tim sebenarnya saling menunjukkan pressing tinggi. Namun, PP Bayt Al Hikmah berhasil merubah peluang menjadi gol.

Ikhsanul berhasil menjadi bintang dalam pertandingan ini lewat dua golnya. Sementara, gol lainnya berhasil dicetak oleh Irfan dan Dikrul. Di akhir laga, PP Bayt Al Hikmah berhasil mengunci kemenangan atas Sunniyah Salafiyah dengan 4-0.

Kepala pelatih PP Bayt Al Hikmah, Imam Syafii berharap timnya bisa melangkah lebih jauh dalam turnamen tahun ini. Karena itu, ia berharap dalam pertandingan semifinal yang dilaksanakan hari ini, anak asuhnya bermain dalam semangat dan mental yang baik.

“Saya kira tidak perlu dilakukan pembenahan yang cukup mencolok. Mungkin mental anak-anak yang perlu ditingkatkan. Kalau bisa tampil seperti hari ini (Rabu, 17/10, red), saya optimistis bisa menang,” ungkapnya.

***

BERI DUKUNGAN: Suporter tim yang berlaga di turnamen futsal sarungan. Banyak pendukung yang hadir di lapangan futsal Petahunan untuk beri support. (Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Pertandingan futsal sarungan tidak hanya menarik simpati dari suporter kedua tim yang bertanding. Pertandingan olahraga khas Pasuruan ini rupanya juga menarik simpati masyarakat setempat. Baik itu orang dewasa maupun anak-anak.

Imam, 12, warga Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo. Ia datang bersama teman-temannya untuk melihat pertandingan futsal. Bahkan ia sempat merekam pertandingan futsal yang dimainkan dengan menggunakan telepon seluler miliknya.

“Pertandingannya seru. Selain itu, ini kan berbeda dengan futsal pada umumnya dan menggunakan sarung. Makanya saya rekam. Barangkali saya ingin menyaksikannya lagi di rumah,” katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh Purnomo, 33. Kebetulan ia datang mengantarkan anaknya untuk berenang di Tirta Indah. Dan saat mengetahui ada pertandingan futsal sarungan, ia pun ikut menyaksikannya.

Menurutnya, pertandingan futsal sarungan ini sangat seru. Sebab, olahraga ini mengangkat budaya lokal dan identitas kota Pasuruan yakni sarung. Ia berharap agar olahraga ini semakin dikenal oleh orang lain dan jika memungkinkan dipertandingkan di setiap daerah.

“Kalau bisa jangan hanya waktu saat ada momen saja. Barangkali seperti acara Agustusan atau lainnya, futsal sarungan bisa ikut dipertandingkan,” ungkapnya. (riz/rf/fun)