Rumah Warga Dampak Tol Gempas Minta Kerusakan Segera Ditangani

PURWOREJO – Kerusakan sejumlah bangunan rumah di Perumahan Tiara Candi II Blok AA dikhawatirkan oleh penghuni. Mereka khawatir bangunan bisa roboh sewaktu-waktu. Warga pun meminta agar pelaksana Tol segera memperbaiki.

RUSAK: Tembok rumah warga yang retak setelah ada pemasangan paku bumi di proyek tol Gempol-Pasuruan seksi III. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Salah seorang warga setempat, Safrizal Nataprawira mengungkapkan warga sudah mengetahui adanya rencana perbaikan pada bangunan yang rusak. Namun, sampai saat ini mekanisme perbaikannya belum disampaikan oleh pelaksana PT Wika.

Ia pun berharap agar PT Wika melakukan sosialisasi pada warga perumahan dan jika diperlukan pelaksana melakukan perjanjian secara tertulis. Ini untuk memastikan jika pelaksana memang siap bertanggung jawab.

“Saya membayar angsuran setiap bulannya. Di sisi lain, bangunannya retak dampak pengerjaan tol. Saya dan warga lainnya sempat berpikir apa memang layak kami tinggal di sini,” jelasnya.

Wawan, warga lainnya menambahkan ia bersama keluarganya sering khawatir jika bangunan bisa roboh sewaktu-waktu. Sebab, keretakan yang dialami cukup banyak. Tidak hanya tembok, langit bangunan pun juga ikut terdampak.

“Inginnya ya segera diperbaiki. Kami sering was was bagaimana jika roboh. Sementara, pembangunan Tol masih terus berlanjut,” ungkap Wawan.

Dampak pembangunan tol, pastinya ikut menurunkan kualitas bangunan rumah mereka. Selain khawatir bisa ambruk sewaktu-waktu, jelas mereka juga was-was jika rumah yang mereka tempati, nilainya bisa turun. Sebab, jika nantinya dijual, pembeli pasti akan bertanya akan kualitas bangunan dan berpengaruh ke harga jual.

Humas PT Wika, Veri Santoso menjelaskan pihaknya bakal memperbaiki kerusakan bangunan di Perumahan Tiara Candi II. Namun, perbaikan masih menunggu penyelesaian dari proses pemadatan untuk overpass di Jalan Raya Tembokrejo.

“Jika memang warga ingin melakukan perjanjian tertulis, kami mempersilahkan. Namun, saya mohon bersabar. Kami pasti perbaiki. Namun, jika ganti rugi uang, kami harus menghitung dulu,” terangnya. (riz/fun)