Kecelakaan Maut Kepulungan, Korban Hendak Belanja Oleh-oleh Umrah

GEMPOL – Kecelakaan maut yang menimpa rombongan keluarga asal Kepulungan, Gempol, Senin (15/10) lalu menimbulkan duka mendalam. Agenda hendak belanja oleh-oleh ke Bangil berujung pada tragedi memilukan.

Sunarsih, 47, korban selamat sekaligus istri M. Suud menceritakan, mereka pergi berlima naik satu mobil. Berangkat dari rumah seusai Asar, tujuan ke Bangil untuk belanja oleh-oleh buat umrah.

Menginggat M. Suud, suaminya, akan berangkat umrah ke tanah suci 27 Oktober mendatang. “Saya masih shock dan tetap berusaha terus sabar serta ikhlas menerima kejadian ini. Karena suami saya, menjadi korban dan terbakar di dalam mobil. Juga kakak dan ipar saya juga sama meninggalnya,” kenang Sunarsih,.

Duduk di depan adalah Kartopo, sekaligus sopir merupakan kakak iparnya. Lalu, disampingnya M. Suud. Lalu, duduk di tengah sebelah kanan atau belakang sopir Suharti, 50, kakak kandungnya sekaligus istri Kartopo.

Berikutnya duduk di tengah sebelah kiri adalah M. Zigi Andra, 3,2, cucunya. Dan dirinya duduk sendirian di kursi paling belakang.

Sesampainya di ruas jalan nasional jurusan Malang-Surabaya, melaju dengan kecepatan sedang di lajur lambat dari arah selatan ke utara. Saat di perjalanan mendekati simpang tiga Air Mancur, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, berencana akan belok kanan. Tujuan ke Bangil lewat Randupitu dan Baujeng.

Tapi nahas, mobil yang ditumpanginya mendadak tertabrak dari belakang oleh truk boks dari arah yang sama atau searah. Dikemudikan Lili Sutarli, 52, warga Desa Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi yang sekarang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus laka maut ini.

“Saat kejadian, berlangsung cepat dan benturannya terasa keras sekali. Ini, masih terbayang karena saya ada di dalam mobil saat kecelakaan terjadi,” kata ibu dua orang anak ini. (zal/mie)