Peternakan Sapi Perah di Desa/Kecamatan Lumbang yang Terus Berkembang

PETERNAK SAPI: Salah satu peternak sapi perah di Desa Lumbang, Sumaryono usai memberi pakan ternaknya. Selain pertanian, produksi susu sapi perah banyak digeluti warga Desa/Kecamatan Lumbang. (Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Mayoritas warga Desa/Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, bermata pencaharian sebagai petani. Ratusan warga juga berternak sapi perah. Bahkan, Desa Lumbang menjadi salah satu penyumbang hasil susu sapi ke koperasi dan industri pengolahan susu.

ERRI KARTIKA, Lumbang

Desa/Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, menjadi desa yang kaya akan potensi pertanian. Karenanya, 70 persen warganya bermata pencaharian di bidang pertanian.

Maka, tak heran kanan-kiri jalan banyak ditemukan ladang penghasil jagung, singkong, dan tanaman pertanian lainnya. Selain pertanian, ada juga yang berkebun. Salah satunya yang banyak ditemukan di kebun ini pohon durian.

Bidang lainnya yang masih berkaitan dengan pertanian adalah peternakan. Sejauh ini, ada ratusan warga Desa Lumbang yang beternak sapi perah. Salah satunya, Sumaryono, 47. “Saya tahu cara beternak sapi perah karena dulu orang tua juga peternak. Sekarang, selain juga menjadi perangkat desa, saya juga beternak sapi perah,” ujarnya.

Sumaryono sudah sekitar 10 tahun menjadi peternak sapi perah. Sapi itu diletakkan di belakang rumahnya dan disiapkan kandang khusus. Ia memiliki 3 ekor sapi. Namun, yang rutin memproduksi susu hanya 2 ekor, sebab yang satu lainnya masih kecil.

Sumaryono mengatakan, sejak sekitar tahun 1990, produksi susu sapi perah di desanya sudah modern dan higienis. Sehingga, hasilnya banyak dikirim ke koperasi susu dan ke industri pengolahan susu. “Selain memperhatikan kebersihan kandang juga susu dikirim dengan steinless steel, sehingga berapapun hasil susu langsung bisa disetor ke koperasi susu,” ujarnya.

Kepala Desa Lumbang Sujab mengatakan, ternak sapi perah sudah ada sejak sekitar 1980. Sejauh ini, diperkirakan ada 200 rumah tangga yang mempunyai sapi perah. “Sepanjang tahun rutin memproduksi susu. Untuk pengiriman 2 kali pagi dan sore. Rata-rata per hari total bisa menghasilkan 2.000 liter susu,” ujarnya.

Menurutnya, beternak sapi perah ini merupakan pekerjaan sampingan dan tambahan selain bertani. Pihaknya berharap, jumlah peternak di desanya bisa makin meningkatkan, baik secara mandiri ataupun jika bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Rata-rata peternak memiliki 2-5 ekor sapi. Kalau jumlahnya bisa lebih banyak, otomatis lebih bisa meningkatkan kesejahteraan peternak,” ujarnya. (fun)