Jaring Sering Hilang, Petani Bawang Dringu Lapor Kapolres

RUTINKAN PATROLI: Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad saat bertemu dengan petani bawang merah, di Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu (9/10). Kapolres berjanji akan meningkatkan patroli untuk meminimalisasi pencurian jaring pengaman bawang merah milik petani bawang. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

DRINGU – Puluhan petani bawang merah di Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, sedang resah. Beberapa jaring pengaman tanaman bawang milik petani, sering hilang.

Kondisi itu pun mereka sampaikan ke Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad, Selasa (9/10) pagi, saat temu muka di sebuah sawah petani di Sumbersuko. Ada beberapa hal yang disampaikan petani pada Kapolres. Selain jaring yang hilang, juga plasi dan harga bawang yang rendah.

Sugeng Nufindarko, salah satu petani bawang merah mengatakan, akhir-akhir ini petani resah. Sebab, kerap terjadi pencurian jaring pengaman tanaman bawang merah milik petani.

“Jaring petani yang digunakan untuk menangkal hama, beberapa kali hilang. Sehingga, petani banyak yang resah,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sebenarnya tanpa jaring pun, bawang merah bisa bertahan hidup. Namun, tanpa jaring, tanaman bisa diserang hama. Karena itu, tanaman bawang selalu diberi jaring.

“Kalau tidak pakai jaring, solusinya harus rutin ngobat. Tetapi, obatnya mahal. Jadi, pilihannya itu ya jaring,” tandasnya.

Ia mengaku pernah kehilangan jaring dengan panjang sekitar 110 meter dan lebar sekitar 25 meter. Atas maraknya kehilangan jaring, pihaknya meminta kepada kepolisian untuk melindungi.

“Karena itu kami wadul ke polisi. Agar jaring kami tidak hilang lagi,” ujar pria yang akrab disapa Sugeng itu.

Mendapat wadulan seperti itu, Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad pun berjanji akan membantu. Salah satunya, dengan meningkatkan patroli terpadu. Ia juga mengajak serta masyarakat agar berperan aktif dalam siskamling.

“Terkadang, informasi tersebut tidak terserap. Sehingga untuk mengatasi itu kami mengimbau untuk meningkatkan siskamling. Terutama di malam hari hingga pagi hari. Ketika mayoritas pelaku kriminalitas beraksi,” ujarnya.

Di sisi lain, menurut Fadly, biasanya pencurian tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian. Hal itulah, yang membuat pihak kepolisian kesulitan melacak pelaku kejahatan.

“Jadi, kalau ada peristiwa kriminal apapun, segera lapor ke polsek atau polres terdekat,” jelasnya. (sid/hn/mie)