Kecurigaan Warga Terbukti, Ciduk 2 Terduga PSK di Semampir Kraksaan

KRAKSAAN-Kawasan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo ternyata belum benar-benar steril dari bisnis esek-esek terselubung. Selasa malam (9/10), Satuan Polisi  Pamong Praja (Satpol PP) berhasil mengamankan 2 peremuan yang diduga pekerja seks komersial (PSK) di wilayah Semampir, Kraksaan.

Dua PSK itu diciduk sekitar pukul 20.00. Keduanya saat itu disebutkan sedang menunggu tamu. Dua terduga PSK yang diciduk itu adalah Is, 29 warga Desa Cangkreng, Kecamatan Jenggewe, Kabupaten Jember. Ia baru datang ke Kraksaan pukul 15.00.

Sementara seorang lagi adalah It, 35 warga Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. It diduga sebagai mucikari yang sudah sekitar 1,5 tahun membuka warung remang-remang di kawasan setempat.

“Penangkapan ini pasca viralnya berita PSK yang masih berkeliaran di kawasan Kraksaan. Jadi, kami sesegara mungkin menanggapi keresahan dari warga di media sosial, terutama Facebook,” kata Kanit TRC (Tim Reaksi Cepat) Satpol PP, Budi Utomo.

Budi menjelaskan, penangkapan itu juga menangkis kabar miring soal Satpol PP. Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa Satpol PP tebang pilih dalam menegakkan kawasan Kraksaan jadi bebas prostitusi.

“Selain keluhan dari warga Dusun Sampitan, ini juga untuk menangkal isu-isu miring, bahwa kami melindungi para PSK, sehingga kami langsung bergerak untuk melakukan pengamanan,” lanjut Budi.

Menurut Budi, pihaknya sementara waktu akan menahan kedua PSK itu. “Baru besoknya kami akan limpahkan kepada Dinas Sosial untuk ditindak lanjuti, setelah itu kami lepas tangan terserah apa kata Dinsos, yang terpenting kami sudah menjalankan tugas dan perintah,” jelas Budi. (mas/mie)