Pasang Papan Nama, Museum Tengger Tunggu Tahun Depan

SUKAPURA – Kritik karena tidak adanya papan nama di Museum Tengger milik Pemkab Probolinggo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, ditanggapi positif. Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Dispora Parbud) Kabupaten Probolinggo, berusaha melengkapinya. Namun, anggaran pemasangan papan nama itu baru akan diajukan tahun depan.

Akan dipasangnya papan nama ini, karena keberadaan gedung museum yang berisi tentang keindahan Bromo dan barang peninggalan Suku Tengger, ini belum banyak dikenal. Sehingga, sepi kunjungan. Agar banyak wisatawan yang mengunjunginya, Dispora Parbud akan memasang papan nama. Maklum, selama ini museum ini tak dilengkapi dengan papan nama.

Sekretaris Dispora Parbud Kabupaten Probolinggo Tatok Krismahento mengatakan, tidak adanya papan nama yang menunjukan bahwa itu museum, membuat museum ini sepi pengunjung. Karenanya, agar banyak wisatawan yang mengunjungi museum ini, pihaknya akan mengajukan papan nama. “Kami akan mengajukan papan nama itu nanti. Tujuanya agar semakin diketahui wisatawan,” ujarnya.

Menurutnya, papan nama ini nantinya tidak akan dibuat dari bahan kayu atau papan nama biasa. Namun, akan dibuat dari plang yang lebih modern. Sehingga, lebih menarik perhatian pengunjung. “Nanti akan kami buat menggunakan lampu LED atau huruf bergerak. Meski sebenarnya harganya cukup mahal. Tapi, etapi kayaknya tidak sampai Rp 50 juta,” ujarnya.

Totok mengatakan, sejauh ini anggarannya sudah diajukan, namun untuk tahun depan. Karenanya, kini pihaknya masih menunggu persetujuan dari tim anggaran Pemkab. “Sesaui dengan tahun anggaran. Tahun ini kami tidak menganggarkan,” ujarnya.

Selain itu, Totok mengatakan, masih banyak yang harus dipenuhi di museum ini. Salah satunya melengkapi koleksi museum. “Ke depan kami akan usahakan untuk diperbaiki dan menambah barang koleksinya,” ujarnya. (sid/rud)