Diduga Todongkan Senpi, Oknum Kades di Grati Dipolisikan

GRATI-Seorang oknum kepala desa (kades) di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan berinisial BS dipolisikan oleh salah seorang warganya bernama Anto. Gara-garanya, BS diduga telah melakukan tindakan pengancaman dengan menggunakan senjata api (senpi) pada Anto.

Menurut keterangan Anto, aksi pengancaman itu dilakukan pada 24 Agustus lalu sekitar pukul 15.30. Sore itu, Anto, 30, warga Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati diantar oleh istrinya menggunakan motor Honda Beat warna hitam. Anto hendak berangkat kerja sebagai kuli bangunan ke Surabaya.

Ia berjalan di belakang mobil jenis Pajero warna hitam yang dikemudikan BS. Setibanya di jalan raya dekat Pasar Sumbedawesari, mobil BS ini tiba-tiba berhenti. Anto yang berada di belakangnya pun ikut menghentikan laju motor miliknya.

Namun, tak disangka, BS memundurkan mobil miliknya dan mengenai bodi depan motor Anto, sehingga motornya pun penyok. Karena tidak terima dengan perbuatan BS, Anto turun dan menggedor kaca mobil BS.

Menurut keterangan Anto, BS langsung turun dari mobil dengan nada marah. BS lantas mengeluarkan benda mirip senjata api, yang ditodongkan ke kepala  Anto.

“Ia saat itu sambil berkata; ta bedil endasmu (aku tembak kepalamu),” cerita Anto. Salah seorang teman pelapor turun dan melerai pertikaian mereka.

Akibat kejadian ini, Anto sempat trauma dan melaporkannya ke Polresta Pasuruan pada 28 Agustus. “Pihak BS sempat menawarkan ganti rugi bodi motor suami saya yang pesok. Namun, suami saya tidak bersedia sebab Ia juga sudah mengancam saya. Apapun alasannya, ia sudah membuat salah seorang warganya tidak tenang,” jelas Yuliani.

Dikonfirmasi terpisah, BS menampik segala tuduhan jika ia sempat mengancam Anto dengan senjata api. Menurutnya, tuduhan ini tanpa dasar.

Saksi yang sempat dihadirkan dalam penyelidikan polisi adalah teman Anto. “Tidak ada yang namanya pengancaman. Tidak mungkin saya mengancam warga saya sendiri. Seluruh tuduhan dari Anto itu tanpa bukti. Saksi yang dihadirkan itu teman Anto makanya memberatkan saya,” terangnya.

Sementara itu KBO Reskrim Polres Pasuruan Kota, Iptu Ahmad Jayadi membenarkan adanya pelaporan dugaan pengancaman itu. Pihaknya pun sudah melakukan penyidikan dengan meminta keterangan dari kedua belah pihak. (riz/mie)