Sukses Tutup Lokalisasi di Kraksaan, Satpol PP Bidik Lokasi Lain

KRAKSAAN – Usai sukses menutup tempat prostitusi di Sampitan, Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Pemkab Probolinggo berencana menertibkan lokalisasi di seluruh wilayah setempat. Satpol PP pun tengah mengajukan izin pada Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, di luar Kraksaan, masih ada sejumlah tempat prostitusi yang praktik dan membuat masyarakat resah. Mulai di Kecamatan Besuk, Kecamatan Paiton, dan Tegalsiwalan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi menegaskan, pihaknya bersama sejumlah pihak terkait dan masyarakat, tuntas menertibkan tempat prostitusi di Asembagus Kraksaan. Masyarakat pun kini antusias membangun citra baik di eks lokalisasi tersebut.

”Alhamdulillah, penertiban tempat prostitusi di Kota Kraksaan sudah tuntas. Tidak ada lagi praktik prostitusi dan masyarakat sekarang mendukung pemerintah untuk membebaskan desanya dari praktik prostitusi itu,” tuturnya.

Nah, diakui Joko, pihaknya memiliki rencana untuk menertibkan tempat-tempat serupa di kabupaten. Terutama, tempat yang sering menjadi sasaran razia, tapi tidak ada kapoknya. Kondisi ini menurutnya, perlu disikapi serius dengan cara menutup total lokasi prostitusi.

”Kami masih mengajukan izin dan menunggu petunjuk dari Ibu Bupati, terkait rencana ini. Apakah bertahap atau ditertibkan sekaligus, masih menunggu izin dari Ibu. Tetapi, yang pasti, program pemerintah memang membebaskan dari tempat praktik prostitusi itu,” katanya. (mas/hn/mie)