Duh, 6.918 Anak di Kota Probolinggo Belum Vaksin Difteri

PROBOLINGGO – Belum seluruhnya program vaksinasi difteri menyentuh target sasaran di Kota Probolinggo. Hingga Jumat (5/10), masih ada 6.918 anak yang belum tervaksin dari target sasaran 69.671 anak.

Fakta ini disampaikan Irawati Karim, kasi Surveilans dan Imunisasi di Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo. Menurutnya, target sasaran vaksinasi tahap 2 sebanyak 69.671 anak. Dari jumlah itu, yang telah melakukan vaksi ada 62.753 anak. Artinya, ada 6.918 anak yang belum tervaksin.

“Dari target sasaran 69.671 anak, sudah 62.753 anak yang tervaksin. Mereka terdiri atas usia 1 tahun sampai kurang dari 19 tahun,” terangnya.

Ira –sapannya- menuturkan, realisasi capaian vaksin tahap 2 jika dipersentasekan mencapai 90,07 persen. Angka itu sudah mencapai target minimum Provinsi Jawa Timur, yaitu 90 persen. “Kami sudah capai target minimum, yakni 90 persen,” imbuhnya.

Di sisi lain, menurutnya, masih ada orang tua dan lembaga yang menolak pelaksanaan vaksinasi difteri. Seperti lembaga pendidikan pondok pesantren tertentu. Dinas Kesehatan pun bekerja sama dengan Kemenag memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang program vaksinasi.

“Awalnya ada beberapa sekolah keagamaan, seperti pondok pesantren yang menolak vaksinasi ini. Namun, setelah Dinkes dan Kemenag memberikan sosialisasi, maka bisa diterima. Dan, bagi yang belum, akan masuk pada sasaran susulan pada bulan Oktober tahun ini,” terangnya.

Menurutnya, secara keseluruhan program vaksinasi di Kota Probolinggo terbilang baik. Sebab, capaiannya sudah 90 persen.

“Karena pemberikan vaksin difteri ini, tidak ditemukan masyarakat yang mengidap difteri. Suspect difteri pun tidak ditemukan yang positif. (rpd/hn/mie)