Lagi, Limbah B3 Makan Korban, Kaki Warga Asal Karanglo di Sukorejo Terbakar

PURWOSARI- Pembuangan secara sembarangan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) di Kabupaten Pasuruan, tak hanya berada di Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen. Namun, juga di Dusun Sawor, Desa Pucangsari, Kecamatan Purwosari.

Bahkan, limbah B3 di dusun yang berbatasan dengan Desa/Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, ini telah makan korban. Yakni, warga Dusun Karanglo, Desa/Kecamatan Sukorejo, Imron Rosadi, 40. Akhir bulan kemarin, kedua kakinya terbakar setelah terperosok lubang di lokasi pembuangan limbah B3 itu.

“Kejadiannya 23 September lalu. Saat itu, korban sedang berusaha memadamkan api yang membakar semak-semak. Kemudian, kaki korban terperosok masuk ke material limbah B3, sehingga mengalami luka bakar dan kakinya melepuh,” ujar salah seorang rekan kerja korban, Aida.

Aida mengatakan, sesaat setelah kejadian korban langsung pingsan. Syukur, saat itu diketahui sejumlah rekannya dan langsung dievakuasi ke IGD Puskesmas Sukorejo. Karena luka bakarnya cukup parah, korban dirujuk ke RS Mitra Sehat Medika Pandaan.

Di rumah sakit korban sempat menjalani perawatan medis selama dua hari. Setelah itu, korban pulang dan menjalani rawat jalan. “Dilihat secara kasat mata seperti pasir biasa karena sudah lama. Ternyata membahayakan,” ujar Aida.

Aida mengatakan, selama ini korban bekerja di kebun kurma yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi adanya limbah B3 ini. Saat itu, korban melihat ada kobaran api di semak-semak yang dibuangi limbah. Mendapati itu, korban yang tidak tahu ada limbah B3, mendekati titik api dan berusaha memadamkannya. Nahas, kakinya terperosok ke limbah hingga terbakar. “Kejadiannya bersamaan dengan adanya kebakaran semak-semak di lokasi pembuangan limbah B3 itu,” ujar Aida.

DIPERBAN: Imron Rosadi usai mendapat perawatan.(Istimewa)

Mendapati itu, Aida berharap ada pemulihan lingkungan di lokasi yang dibuangi limbah B3 ini. Sebab, sejauh ini pihaknya masih khawatir makan korban lagi. Sebab, lokasinya hanya sekitar 100 meter dari tempat kerjanya di kebun kurma. “Tidak cukup dengan teguran dan sanksi, tapi materialnya bila perlu segera dibersihkan. Itu, baru aman dan tidak makan korban lagi,” ujarnya.

Sedangkan, Imron mengaku dirinya saat itu benar-benar tidak tahu jika di lokasi tempatnya hendak memadamkan api ada limbah B3. Ia tahunya, setelah kakinya terperosok dan terbakar. “Saya tidak melapor ke polisi karena tidak tahu harus menuntut kepada siapa. Untuk pengobatan saya sudah ditanggung perusahaan,” ujarnya.

Namun, ia berharap DLH Kabupaten Pasuruan betindak tegas jika mendapati limbah B3. Tujuannya, agar tidak sampai memakan korban lagi. “Kami harap DLH tegas dan limbah yang ada itu dibersihkan biar tidak makan korban lagi. Jangan sampai terulang dan menimpa orang lain,” ujar Imron. (zal/fun)