Duit Suap dari Rekanan untuk Setiyono Cs Diberikan Bertahap

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memastikan, Wali Kota Pasuruan, Setiyono dan tiga orang lainnya telah ditetapkan tersangka terkait kasus suap. Yakni, proyek proyek pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkot Pasuruan.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut, Setiyono telah mengatur proyek-proyek di wilayahnya dengan adanya kesepakatan fee antara 5-7 persen dari nilai proyek.

Sedangkan, untuk duit suap yang diterima kata Alex berkaitan dengan proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM).

Terkait pemberian uang suap, Alex menjelaskan, pemberian yang sempat diberikan secara bertahap. Yakni pada 24 Agustus 2018.

Mekanismenya, M Baqir selaku rekanan menstransfer Rp 20 juta (1 persen) untuk Pokja sebagai tanda jadi ke tersangka Wahyu. Kemudian pada 4 September 2018, CV M milik Baqir ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp 2.210.266.000.

Selanjutnya, pada 7 September 2018, setelah ditetapkan sebagai pemenang, Baqir menyetorkan uang tunai kepada Setiyono melalui perantaranya sebesar 5 persen atau kurang lebih Rp 115 juta.

“Sisa komitmen 5 persen lainnya akan diberikan setelah uang muka atau termin pertama cair,” tukasnya. (jpc/mie)