Wahyu Encuz Hanya Pegawai Honorer, Mengapa Ikut Dibawa KPK?

PASURUAN – Empat dari tujuh orang yang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah diterbangkan menuju markas lembaga antirasuah tersebut di HR Rasuna Said di Jakarta. Keempatnya adalah Wali Kota Pasuruan Setiyono;  Pelaksana Harian Kepala Dinas PU PR; Muhdor yang disebut-sebut rekanan serta Wahyu alias Encuz.

Dari empat orang tersebut, nama Wahyu alias Encuz, menyita banyak perhatian orang. Ini lantaran status Wahyu alias Encus, hanyalah pegawai honorer di lingkungan Dinas PU PR Kota Pasuruan. Saat ini bertugas di Kelurahan Purutrejo. Mengapa dia bisa ikut dalam operasi tangkap tangan (OTT) ?

Menurut sumber Jawa Pos Radar Bromo, Encuz memang hanyalah seorang pegawai honorer. Namun, dia dikenal dekat dengan Dwi Fitri Nurcahyo. Bahkan menjadi orang kepercayaan Dwi Fitri Nurcahyo saat dahulu masih menjabat Kepala Dinas Pekerjaaan Umum. Kabarnya, Encuz acapkali ikut membantu Dwi, ketika Dwi masih menjabat di dinas yang dianggap lahan basah lantaran seluruh proyek pembangunan ada di Dinas Pekerjaan Umum.

Sampai ketika Dwi Fitri Nurcahyo dimutasi menjadi staf ahli dan posisinya digantikan M Agus Fajar, Encuz masih bertugas sebagai pegawai honorer. Hingga akhirnya Dwi Fitri Nurcahyo kembali menjabat Kepala Dinas PU PR, lantaran M Agus Fajar mengajukan cuti karena sakit.

Nah, saat OTT dilakukan KPK, Dwi Fitri Nurcahyo ternyata mengajak Encuz. Keduanya dikabarkan terkena PTT pada Kamis pagi di rumah dinas Wali Kota Pasuruan di Jalan Panglima Sudirman, bersama satu orang lagi yakni Muhdor.

Ikut dibawanya Encuz oleh KPK, membuat banyak orang bertanya-tanya. Mengapa seorang pegawai honorer, bisa ikut dalam pusaran OTT.

Tapi tidak demikian dengan rekan-rekan Encuz. Sebagian besar mengaku hanya tak menyangka, namun melihat pribadi Encuz mereka tak kaget.

“Orangnya memang hanya pegawai honorer. Tapi gaya hidupnya waahh. Parlente. Pegawai honorer saja punya mobil,” beber salah satu kawan Encuz.

Sebagian besar kawan Encuz mengaku, mereka tidak heran jika Encuz memang suka gaya hidup waahh. Sebab mereka mengenal Encuz memang pandai “bermain” proyek. Apalagi, ketika dahulu Dwi Fitri Nurcahyo menjabat Kepala Dinas PU.

“Sebagai teman, kami sih pernah penasaran mengapa dia (Encus) bisa hidup waahh. Cuma kami pikir, ouwwhh, mungkin karena dia bertugas di dinas yang basah. Tapi itu memang kenyataan kok. Selain punya mobil, dia dan keluarganya itu kalau jalan-jalan sering keluar kota. Ke mall dan di unggah di sosial media,” beber kawan Encuz yang lain yang menjadi sumber media ini.

Menurut sumber tersebut, sebnarnya itu hal biasa. Cuma karena status Encuz adalah pegawai honorer, tentu ada rasa penasaran. “Kalau dia jadi kontraktor, mungkin kami gak heran. Cuma karena menyandang honorer, tentu kan jadi pertanyaan. Iya kan ?” kata sumber tersebut.

Media ini memang sempat menelusuri sosial media Encus. Apa yang disebutkan kawan-kawannya, benar adanya. Encuz kerap memakai pakaian, jam tangan, yang bermerek. Sesekali dia juga mengunggah liburan keluar kota bersama keluarganya. (tom/fun)