Pemkot Benarkan Ada Penyegelan KPK, Belum Tahu Perihal Perkara Apa

PASURUAN – Jajaran Pemkot Pasuruan langsung mengambil sikap terkait adanya penyegelan beberapa ruangan di kantor wali kota Pasuruan di Jalan Pahlawan. Sejauh ini pemkot membenarkan bahwa KPK memang melakukan penyegelan di sejumlah ruang. Namun pemkot belum mengetahui perihal kasus apa penyegelan tersebut.

Pemkot juga belum mengetahui apakah penyegelan tersebut berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT). Pun demikian dengan status wali kota Setiyono bersama dua pejabat OPD yakni Dwi Fitri Nurcahyo (Pelaksana Harian Kepala Dinas PU PR) dan Siti Amini (Kepala Dinas Koperasi).

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo. Kamis siang (4/10) Wawali bersama sekda Kota Pasuruan Bahrul Ulum serta pejabat di lingkungan pemkot, langsung menggelar rilis di kantor pemkot.

Menurut Teno-panggilan Wawali Raharto Teno Prasetyo-, pihaknya juga dibuat terkejut dengan kedatangan KPK yang pagi itu langsung menyegel ruangan staf ahli dan ULP. Komisi antirasuah itu, kata Teno, langsung tiba-tiba datang ke pemkot.

“Memang ada pejabat kami yang beriisial DFN (Dwi Fitri Nurcahyo) yang ikut diamankan. Cuma kami belum tahu soal apa,” beber Teno.

Disinggung soal keberadaan Setiyono, Teno juga mengaku belum tahu. Yang ia hanya ketahui, pagi itu sejumlah pejabat diminta untuk menghadiri sejumlah acara. “Termasuk Pak Sekda Bahrul Ulum yang diminta membuka acara di Gedung Woloe,” beber Teno.

Ditanya soal jadwal, Teno melanjutkan, sejatinya Wali Kota Setiyono Kamis ini memiliki banyak agenda. Bahkan diantaranya diluar Kota Pasuruan.

Apakah pemkot sudah dikabarkan atau menghubungi Setiyono ? “Sampai sejauh ini belum. Tetapi kami masih menunggu,” terang Teno.

Dia pun menghormati dan menunggu penjelasan dari KPK. Agar ada penjelasan soal insiden penyegelan dan kejelasan perkara. (tom/fun)