Jalur Pedestrian Wisata Religi Tunggu Desain Dari Pusat

PANGGUNGREJO – Pemkot terus mematangkan rencana pembuatan jalur wisata religi bagi peziarah makam KH Abdul Hamid. Saat ini,Pemkot masih menunggu proses detail engineering design (DED) untuk penetapan jalur yang akan dilalui oleh peziarah.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pasuruan, Dyah Ermitasari mengungkapkan, rencana jalur pedestrian bagi peziarah makam Mbah Hamid masih terus berlanjut. Pemkot sudah menentukan jalur yang bakal dilalui peziarah.

Sesuai kesepakatan dengan tim aset Pemkot, dari terminal wisata peziarah bakal diarahkan melewati gang di selatan SMK PGRI lalu menyeberang ke barat. Selanjutnya, mereka bakal melintasi jalan kecil di utara rumah dinas wawali.

Kemudian mereka bakal menyeberangi jembatan kecil di atas kali Gembong dan keluar di Jalan RA Kartini. Lalu, peziarah belok kiri melewati ruas Jalan RA Kartini dan Jalan WR Supratman sampai tiba di alun-alun Pasuruan.

Untuk rute jalan pulangnya, peziarah bakal diarahkan melintasi gang kecil dekat kediaman Habib Taufiq di belakang masjid Jamik Al anwar sehingga keluar di Pasar Poncol. Selanjutnya, mereka kembali dapat melintasi rute semula menuju terminal wisata.

“Rutenya sudah kami tentukan. Untuk pulangnya, peziarah sengaja kami arahkan ke Pasar Poncol karena memang kami hubungkan dengan konsep pasar religi,” terang Mita-sapaan akrabnya.

Mita menyebut penentuan rute ini agar peziarah tidak tersesat saat hendak berziarah menuju makam Mbah Hamid. Pihaknya pun sudah mulai melakukan proses desain untuk rutenya dalam DED sebelum ditetapkan. Ditargetkan November mendatang, DED nya sudah rampung.

“DED nya sudah mulai dibuat tahun ini. Insya Allah paling lambat akhir November mendatang, jalurnya sudah ditetapkan. Sehingga, peziarah bisa segera menggunakannya,” ungkapnya. (riz/fun)